Kejar Elektabilitas Ganjar, Prabowo, Anies: Puan Maharani Masuk 4 Besar Capres
Puan Maharani masuk 4 besar figur calon presiden (capres) dengan tingkat elektabilitas tertinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230922-puan-baliho.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Puan Maharani masuk 4 besar figur calon presiden (capres) dengan tingkat elektabilitas tertinggi.
Kandidat capres PDIP Puan Maharani berada di posisi ke-4, Ganjar Prabowo diurutan atas disusul Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Pada simulasi 4 besar, Puan Maharani memperoleh 13,9 persen. Ganjar 36,9 persen, Prabowo 24,7 persen dan Anies 24,5 persen.
Sementara itu, lembaga survei KedaiKOPI menemukan bahwa penerimaan publik terhadap presiden perempuan mengalami peningkatan dari 34,2 persen pada bulan November 2021 menjadi 55,5 persen pada bulan Agustus 2022.
Penerimaan presiden perempuan masih lebih rendah dibanding penerimaan publik terhadap:
- Anggota legislatif perempuan 76 persen
- Bupati/wali kota perempuan 70,8 persen
- Gubernur perempuan 68 persen
- Wakil presiden perempuan 64,7 persen
Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo dalam program Polemik MNC Trijaya awan September menjelaskan, penerimaan publik terhadap presiden perempuan semakin bertambah jika dihadapkan pada permasalahan konkret yang dihadapi bangsa.
“Ketika ditanyakan tentang permasalahan utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, 62,4 persen responden yakin bahwa presiden perempuan mampu mengatasi permasalahan tersebut,” ungkap Kunto.
Baca juga: Jajak Pendapat: Kader dan Simpatisan PDIP Dukung Puan Maharani Jadi Presiden 2024
Kunto menambahkan bahwa temuan ini menandakan perempuan dipersepsi memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah yang merupakan salah satu kualitas penting sebagai pemimpin sebuah negara.
Survei yang bertajuk “Opini Publik Pada Pemimpin Perempuan” ini juga menanyakan kualitas karakter yang dimiliki oleh pemimpin-pemimpin negara perempuan di dunia yang menurut UN Women lebih berhasil menangani Covid-19.
Responden mengatribusikan kompetensi (8,5 persen), teliti (7,5 persen), dan ulet atau telaten (7,2 persen) sebagai kualitas yang dimiliki pemimpin perempuan dalam memimpin negaranya keluar dari krisis Covid-19.
Jika dibandingkan dengan jawaban mereka yang setuju pada kepemimpinan presiden perempuan, karakter yang menonjol adalah tegas dan berwibawa (25,3 persen), kebijakan pro-rakyat (20,5 persen), dan bijaksana (17,6 persen).