Proyek RTH Terhenti, Misi Bupati Gorontalo Kembalikan Kejayaan Isimu Tertunda

Meski sempat optimis diselesaikan tahun tersebut, namun hingga 2022 ini atau dua tahun berselang, RTH dalam kondisi belum selesai

Penulis: redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Potret Bundaran Isimu. Tampak di sebelah kiri terlihat berjejer bangunan yang dibangun untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kondisinya berhenti begitu saja. Refocussing anggaran jadi sebab. Proyek tetap dilaksanakan, kemungkinan 2024 nanti. 

Laporan Sri Aprilia Mayang

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pada 2020 lalu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo meletakan batu pertama pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Taman Isimu, Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. 

Meski sempat optimis diselesaikan tahun tersebut, namun hingga 2022 ini atau dua tahun berselang, RTH yang katanya untuk mengembalikan kejayaan Isimu tersebut, belum juga rampung. 

Masalahnya pada anggaran. Karena pada 2020 tersebut Gorontalo harus berjuang melawan Covid-19. Anggaran untuk pembangunan RTH ikut terpaksa di-refocusing untuk penanganan pandemi.

Saat ini Kamis (22/9/2022), pengerjaan fisik sudah sempat dilakukan. PT Cahaya Putra tercatat sebagai perusahaan pemenang tender proyek.

Perusahaan yang berkantor di Kayubulan Kabupaten Gorontalo ini sempat menyelesaikan tiga blok bangunan. Jika dihitung ada 17 ruang serupa kedai.

Dalam dokumen LPSE Kabupaten Gorontalo, proyek tersebut dibuat dengan kode tender 1076606. Proyek itu bernama “Pembangunan RTH Tibawa Kec. Tibawa”.

Nilai HPS paket proyek itu nyaris mencapai Rp 1,5 miliar, namun terkoreksi hingga Rp 1,2 miliar. 

Heriyanto Kodai, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo saat dikonfirmasi membenarkan jika proyek itu kena imbas covid-19. 

"Pekerjaan RTH itu dilaksanakan tahun 2020, saat kita menghadapi pandemic Covid-19 maka anggaran kita di-refocusing. Detail anggaran refocusing-nya saya tidak tahu pasti," ucap dia dihubungi belum lama ini. 

Meski begitu kata Heriyanto, pihaknya tetap akan melanjutkan pengerjaan proyek tersebut. Pihaknya berencana mengagendakan pengerjaan kembali pada 2023 atau 2024 nanti. 

"Tetap kita lanjutkan, kita tidak biarkan seperti itu, kami akan agendakan dalam perencanaan anggaran TAPD baik itu 2023 ataupun 2024," ujarnya.

Saat pelaksanaan peletakan batu pertama pada 19 September 2020 lalu, Nelson Pomalingo menyebut, RTH akan menambah keindahan Isimu. Selain itu untuk mengembalikan kejayaan Isimu. 

Menurut Nelson, Isimu adalah jantung Kabupaten Gorontalo, sebab dekat Bandara Djalaludin, lalu ada Korem 133 Nani Wartabone, serta Sekolah Calon Bintara (Secaba). 

“Setiap orang yang lewat sini akan memiliki semangat baru, sebab sejarah Isimu akan kembali lagi,” ungkap Nelson saat itu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved