Lukas Enembe Jadi Tersangka sebelum Diperiksa KPK, Ini Kata MAKI dan Langkah Lawyer Gubernur Papua

Simak pendapat MAKI soal ditetapkannya Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi tersangka korupsi dan apa langkah hukum lawyer tersangka terhadap KPK?

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube KOMPASTV
Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar meski belum diperiksa, begini tanggapan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) memberikan tanggapannya terkait penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi tersangka korupsi.

Pasalnya Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum dilakukan pemeriksaan.

Lukas Enembe sendiri menjadi tersangka KPK karena diduga menerima gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transkasi Keuangan (PPATK) melaporkan temuan hasil analisis adanya 12 transaksi oleh Lukas Enembe yang nilainya hingga ratusan miliaran rupiah.

Baca juga: Suharso Monoarfa Akhirnya Minta Maaf; Ada yang Sengaja Potong Klip Pidato Amplop Kiai di KPK

Sebelumnya KPK telah melayangkan surat pada 7 September 2022 untuk pemeriksaan Lukas Enembe di Mako Brimob Papua pada 12 September 2022.

Tetapi Lukas Enembe tak memenuhi panggilan KPK tersebut.

Menurut Boyamin Saiman Koordinator MAKI penetapan tersangka oleh KPK terhadap Lukas Enembe telah wajar.

Hal ini karena, kata Boyamin, penyidik KPK telah menemukan 2 alat bukti dalam dugaan kasus korupsi Lukas Enembe ini.

Baca juga: Kasus Korupsi KONI Kabupaten Gorontalo, Polda: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

"Penyidik mana pun, jika 2 alat bukti sudah cukup minimalnya dan peristiwanya ada, sebenarnya sudah bisa langsung menentukan," ujar Boyamin, Rabu (21/9/2022) seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.

"Seperti dalam kasus-kasus sederhana misalnya, perampokan atau kecelakaan, itukan langsung penyidikan aja itu tanpa harus penyelidikan karena sesuatu yang frasa hukumnya itu sudah sederhana memang ada 2 alat bukti," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved