Dean Saputra dari Bali Jadi Tukang Kunci di Gorontalo

Saban hari, Dean Saputra mangkal di Jl HB Jassin. Tepatnya di Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Sendiri saja ia bekerja. 

Penulis: Apris Nawu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Dean membeberkan, semua kunci pada dasarnya sama. Berbeda hanya pada bentuk geriginya saja. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ia Dean Saputra, sejak pagi duduk di meja coklat. Bergelantungan pelbagai jenis kunci. Wajar, pria asal Provinsi Bali itu, kini menggeluti profesi tukang kunci di Gorontalo. 

Pria dewasa berpakaian jaket merah dengan kaos oblong putih itu, tampak sibuk. Ia melayani pelanggan, seorang anggota TNI. 

Tangannya lincah, memutar dan memainkan alat-alat kecil. Semenit saja, kunci buatannya selesai. Pelanggan tersenyum, kunci motor duplikatnya bisa digunakan. 

Saban hari, Dean Saputra mangkal di Jl HB Jassin. Tepatnya di Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Sendiri saja ia bekerja. 

Dari usahanya itu, Dean bertumpu. Sekadar bisa memenuhi hidup sehari-hari. Asalkan bisa makan dan membiayai kebutuhan. 

Saat lagi senggang, Dean mulai bercerita. Profesi tukang kunci baru digelutinya setahun belakangan. Ia baru mulai mencoba jadi tukang kunci sejak pandemi Covid-19 mereda di 2021. 

Setahun jadi tukang kunci menurut Dean, cukup menantang dan memiliki pengalaman menarik. Nama tempat tempat duplikat kunci Dean adalah “Daeng Kunci”. 

Tempat ini memang bukan miliknya. Milik seorang warga Makassar yang dikenalnya. Karena itu, nama tempat duplikat ada kata ‘Daeng’. 

Daeng merupakan gelar kebangsawanan suku Makassar, tetapi tidak jarang digunakan sebagai panggilan bagi para pelaku ekonomi menengah ke bawah.

“Usaha ini bukan milik saya. Saya tidak mempunyai pengetahuan maupun kemampuan sebagai tukang duplikat kunci sebelumnya, tapi belajar kepada pemilik tempat ini.” cerita Dean. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved