Jajak Pendapat Litbang Kompas: 57,7 Persen Responden Yakin Demokrasi Membaik
Jajak pendapat Litbang Kompas menemukan masyarakat yakin kualitas demokrasi Indonesia akan lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/190922-pemilu.jpg)
Pengawasan yang dilakukan pada 6-9 September 2022 itu menunjukkan 43,2 persen responden menyebutkan bahwa korupsi menjadi faktor utama yang mendukung demokrasi di Tanah Air.
Baca juga: Politisi Nasdem Gorontalo Sebut Demokrasi Indonesia Lemah
“Persoalan laten korupsi dianggap oleh kelompok responden terbesar sebagai batu sandung berjalannya demokrasi,” tutur peneliti Litbang Kompas, Arita Nugraheni, dikutip dari Harian Kompas, Senin (19/9/2022).
Jajak pendapat itu juga merekam hal-hal lain yang dianggap sebagai pendukung demokrasi seperti keterpurukan ekonomi yang dipilih 21,8 persen responden.
Kemudian, 21,5 responden mengatakan, perlakuan tidak sama di depan hukum, dan 7 persen responden menyebut pelanggaran hak asasi manusia.
Arita melihat situasi ini perlu ditangkap oleh pemerintah untuk melakukan berbagai upaya perubahan kondisi demokrasi.
“Pemerintah perlu mengambil bagian untuk menciptakan iklim demokrasi yang memberikan informasi bermanfaat bagi publik,” ujarnya.
Di balik jajak pendapat melibatkan 504 responden dari 34 provinsi.
Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon, dan sampel ditentukan secara acak dari panel responden Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk masing-masing provinsi.
Metode ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang di angka 4,37 persen dalam penarikan sampel secara acak.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Litbang "Kompas": Publik Nilai Maraknya Korupsi Jadi Penghambat Demokrasi"