Pilpres 2024
PDIP dan Demokrat 'Berbalas Pantun', Eskalasi Pilpres 2024 Memanas: Ini Kata Hasto ke SBY
Eskalasi politik memanas jelang Pilpres 2024. Elite PDIP dan Partai Demokrat saling berbalas pantun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/180922-SBY-Hasto.jpg)
Dalam video itu, SBY tidak menjelaskan siapa pihak yang ia maksud sebagai "mereka". "Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri, bersama koalisi tentunya. Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan" ujar SBY.
Ia mengatakan, pemikiran seperti itu adalah sebuah kejahatan karena menurut dia rakyat memiliki hak untuk memilih dan dipilih.
SBY juga mengaku tidak pernah melakukan hal serupa selama menjabat sebagai presiden Republik Indonesia pada 2004 hingga 2014.
Baca juga: Kader PPP Daerah Usung Sandiaga Uno, Begini Peluangnya di Pilpres 2024
"Selama 10 tahun lalu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan Pemilu termasuk Pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," kata SBY.
Jangan Tuduh Ada Skenario Jahat Jokowi
Hasto Kristianto meminta Presiden Keenam RI SBY tak menyalahkan Presiden Joko Widodo bila tak bisa mencalonkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.
Hal tersebut diungkapkan oleh Hasto menanggapi pernyataan SBY yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat terkait akan ada kecurangan dalam Pemilu 2024 nanti.
"Bisa tidaknya Demokrat mencalonkan AHY jangan dijadikan indikator sebagaimana tuduhan adanya skenario pemerintah Pak Jokowi untuk berbuat jahat dalam pemilu," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/9/2022).
Hasto mengatakan, pemerintahan Jokowi tidak pernah berniat dan berpikiran jahat menjegal Demokrat pada Pemilu 2024.
"Pak Jokowi juga tidak menginjak-injak hak rakyat, dengan blusukan Pak Jokowi mengangkat martabat rakyat," imbuh dia. Hasto juga membantah pernyataan SBY yang menyebut Demokrat tidak pernah melakukan kecurangan pemilu.
"(Pernyataan tersebut) mudah sekali dipatahkan. Jadi, biar para pakar pemilu yang kredibel yang menilai demokratis tidaknya 10 tahun ketika Demokrat memimpin. Bukan hanya itu, saksi kunci berbagai kasus korupsi besar pun banyak meninggal tidak wajar di jaman Pemerintahan Pak SBY. Itu yang bisa diteliti,” kata Hasto.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapi SBY, Hasto Singgung Anas Urbaningrum Masuk Demokrat Setelah Jabat Ketua KPU"