Duet Anies Baswedan-AHY Bidik Jawa Barat dan Jatim: SBY-JK-Paloh King Maker
Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai sesuai untuk memenangkan basis suara di Jawa Barat dan Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/180922-Anies-Baswedan-AHY-18.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai sesuai untuk memenangkan basis suara di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Wacana duet antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat AHY kian mengencang.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla dan Surya Paloh menjadi king maker keseksesan pasangan Anies Baswedan-AHY di Pilpres 2024.
PKS akui ada skenario Anies-AHY Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengakui bahwa ada skenario menduetkan Anies dan AHY pada pemilu mendatang.
"Suaranya, infonya sudah ada, tetapi belum final, masih harus duduk bareng bersama lagi," kata Mardani saat ditemui di kawasan Gambir, Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Baca juga: Anies Baswedan Jadi Capres Idola Banyak Parpol: Begini Komentar Elite PKS
Anggota Komisi II DPR RI ini mengatakan, komunikasi antara PKS dengan Demokrat dan Nasdem sudah sangat dekat, meski PKS tetap membuka pintu dengan partai lain.
Mardani pun mengakui, mayoritas kader PKS juga menginginkan agar Anies menjadi calon presiden yang diusung oleh partainya.
Ia juga menilai Anies dan AHY merupakan sosok yang baik. Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa aspek elektabilitas juga harus diperhatikan dalam menentukan pasangan yang akan diusung.
"Kalau bahasa saya, pilpres itu tiga kolam suara kan, kolam Jawa Barat, Jateng, Jatim. Mas Anies Jabar kuat, Jateng-Jatim harus ada yang (kuat). Makanya usulnya kalau Mas Anies ya cari yang Jateng-Jatim, Mas AHY kan Pacitan juga tuh, Jatim, bisa juga," ujar Mardani.
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam berpendapat, SBY, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh bisa menjadi tokoh yang akan mendukung keduanya.
“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” ujar Umam kepada Kompas.com, Jumat (16/9/2022).
Umam menilai, Anies-AHY punya dukungan dari partai politik (parpol) yang cukup kuat.
Kondisi itu dapat tercipta jika Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem, serta Partai Demokrat jadi membentuk koalisi.
Baca juga: Pasangan Anies Baswedan-AHY Ungguli Survei Pilpres 2024: Demokrat Tanggapi Aspirasi AHY Capres
Jumlah total kursi Parlemen yang dimiliki ketiga parpol ketika membentuk koalisi akan menjadi yang terbesar dengan persentase 28,50 persen.
“Nasdem 59 kursi, Demokrat dengan 54 kursi, dan PKS yang punya 50 kursi. Artinya, pasangan Anies-AHY bisa memiliki bakal mesin politik yang prima dan kompetitif dalam pertarungan Pilpres 2024,” kata Umam.
Di sisi lain, Umam memandang Partai Demokrat hampir pasti melirik Anies untuk menemani AHY dalam Pilpres mendatang.
Sebab, partai berlambang mercy itu dinilai ingin mencari sosok yang merepresentasikan perubahan dan perbaikan.
Semangat itu, menurut Umam, tak mungkin dipilih dari figur yang dekat dengan rezim kekuasaan atau menjadi kubu politik Presiden Joko Widodo.
“Sudah jamak diketahui Anies merupakan tokoh yang dianggap berbeda dari arus besar kekuasaan Istana saat ini,” ujar dia.
Partai Demokrat menyatakan telah membuka kemungkinan mengusung Anies Baswedan dan AHY dalam Pilpres 2024 nanti.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, selama ini komunikasi antara kedua tokoh itu juga telah berjalan baik dengan baik.
“Mereka juga punya hubungan baik, kemudian ternyata masyarakat banyak yang mendukung, ya kenapa tidak?” tutur Herzaky pada wartawan, Rabu (14/9/2022).
Selain itu, keduanya kerap disandingkan oleh sejumlah lembaga survei dan menjadi perbincangan publik.
Kondisi ini, menurut Herzaky, memungkinkan Anies-AHY diusulkan oleh para kader dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat untuk menjadi capres dan cawapres.
“Apalagi masyarakat menyampaikan mengenai Anies-AHY beredar di mana-mana dan hasil survei sangat-sangat baik dan aspirasi cukup kuat,” ujar dia.
Menurut Herzaky, keduanya juga merepresentasikan semangat perubahan dan perbaikan. Semangat itu sesuai dengan kriteria figur capres-cawapres yang ingin didorong oleh Partai Demokrat.
“Figur-figur perubahan perbaikan ya Mas AHY sebagai ketum partai di luar pemerintahan yang banyak masuk dalam berbagai survei, ya Pak Anies juga dianggap tokoh (pembawa) perubahan. AHY-Anies maupun Anies-AHY, ya bisa saja, kenapa tidak?” ucap Herzaky.
Baca juga: Anies Baswedan-AHY Makin Mesra, Begini Tanggapan Demokrat
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem Ahmad Ali menilai ada keberanian dan kejujuran di balik pernyataan Anies yang menyatakan siap maju sebagai capres di tahun 2024.
Ali meyakini bahwa Anies benar-benar siap maju Capres 2024.
Terlebih, Anies memiliki hak sebagai warga negara untuk maju capres. "Pernyataan Anies ini menjadi menarik karena ini ada keberanian, kejujuran dari Anies bahwa dia siap untuk maju," ujar Ali saat dihubungi, Jumat (16/9/2022).
Adapun nama Anies memang menjadi satu dari tiga nama yang muncul dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Nasdem untuk menjadi bakal capres.
Ali menyebut Anies menjadi menarik lantaran eks Rektor Universitas Paramadina itu merupakan seorang profesional, bukan kader partai politik.
Apalagi, jajaran Nasdem di kewilayahan menilai Anies layak memimpin Indonesia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiga King Maker Turun Gunung, Mungkinkah Duet Anies-AHY Terwujud?"