Capres 2024
Dua Opsi Jokowi Jadi Cawapres, Dampingi Puan Maharani atau Prabowo
Kontroversi Presiden Joko Widodo menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024 jadi trending isu politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/180922-puan-jokowi-prabowo.jpg)
Dengan sendirinya seorang wakil presiden yang pernah menjadi presiden dua periode tidak mungkin menggantikan presiden yang berhalangan tetap atau mangkat.
"Jadi dengan demikian sebenarnya secara konstitusi melarang seorang presiden dua periode menjadi calon presiden yang kemudian akan menghambat proses ketatanegaraan di kemudian hari," ujarnya.
Adapun wacana Presiden Jokowi menjadi Cawapres di Pilpres 2024 muncul dari kedekatannya dengan Menhan Prabowo Subianto dalam beberapa waktu belakangan.
Spekulasi lain menyebut, sering ikutnya Prabowo dalam kegiatan Jokowi disinyalir sebagai calon pasangan yang akan maju pada Pilpres 2024.
Kemudian Juru Bicara Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono menilai presiden yang telah menjabat dua periode bisa menjadi calon wakil presiden untuk periode berikutnya.
Ia merujuk pada diksi 'dalam jabatan yang sama' Pasal 7 UUD 1945.
Sejurus dengan Fajar, PDI Perjuangan melempar sinyal kemungkinan Jokowi menjadi wakil presiden setelah menuntaskan masa jabatannya sebagai kepala negara.
PDIP mengeklaim, Jokowi bisa saja menjadi wapres seandainya mantan Gubernur DKI Jakarta itu bersedia.
"Kalau Pak Jokowi mau jadi wapres, ya sangat bisa," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022).
Wacana ini juga disambut oleh Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Habiburokhman mengatakan, terbuka kemungkinan duet Prabowo Subianto dengan Jokowi sebagai capres dan cawapres 2024. (*)