Peluang Duet Anies Baswedan-AHY pada Pilpres 2024: Unggul Jajak Pendapat
Wacana duet Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin menguat di internal Partai Demokrat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/170922-Anies-AHY-17.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Wacana duet Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin menguat di internal Partai Demokrat.
Anies Baswedan-AHY mengungguli beberapa jajak pendapat dan simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) survei.
Pasangan Anies Baswedan-AHY bakal diusung koalisi Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Belum lama ini, temuan survei Media Survei Nasional (Median), pasangan Anies Baswedan-AHY berada di posisi pertama dengan elektabilitas 18 persen.
Baca juga: Pasangan Anies Baswedan-AHY Ungguli Survei Pilpres 2024: Demokrat Tanggapi Aspirasi AHY Capres
Survei Median menggunakan rancangan non probability sampling, dengan kuesioner berbasis google form disebarkan melalui sosial media Facebook dengan target pengguna aktif Facebook yang berusia 17 hingga 60 tahun.
Kuesioner itu disebarkan pada tanggal 21-27 Juli dengan 1.500 responden yang tersebar di 34 provinsi. Berikut hasilnya:
Simulasi 1
Anies-AHY 18,0 persen
Simulasi 2
Anies-AHY 17,5 persen
Simulasi 3
Anies-AHY 17 persen
Peluang AHY berduet dengan Anies Baswedan semakin terbuka. Besar kemungkinan, Anies dicalonkan menjadi presiden, sedangkan AHY wakilnya.
Hal tersebut diungkap Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam, Jumat (16/9/2022).
"Kemungkinan mewujudkan pasangan Anies-AHY ini semakin terbuka," kata Umam kepada Kompas.com, Sabtu (17/9/2022).
Pernyataan ini mengacu karena tidak adanya deklarasi nama capres dan cawapres dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat, Jumat kemarin.
Walaupun kader Demokrat mendorong pencapresan AHY, Umam menilai, ruang diskusi soal ini masih terbuka lebar.
Sebab, Demokrat harus berkoalisi dengan partai lain untuk dapat mengusung capres dan cawapres.
Lebih lanjut, nama kandidat juga tak bisa ditentukan sepihak saja.
Penilaian ini juga dilihat dari adanya penyebutan soal perubahan dan perbaikan sebagai kriteria capres dan cawapres di Rapimnas Demokrat.
Baca juga: Pemilih Jokowi Cenderung ke Anies Baswedan Ketimbang Ganjar Pranowo: Ini Surveinya
Sedianya, ini merupakan kode keras dari Demokrat untuk mengusung Anies-AHY.
Sebab, narasi perubahan dan perbaikan ini hanya bisa direpresentasikan oleh kekuatan politik yang berbeda dengan rezim kekuasaaan saat ini.
"Untuk itu, dari berbagai kemungkinan capres-cawapres yang ada, nama pasangan Anies-AHY menjadi yang paling representatif untuk narasi perubahan dan perbaikan ini," kata Umam.
Menurut Umam, dari segi elektabilitas, pasangan Anies-AHY memiliki modal yang cukup.
Demokrat tinggal mematangkan koalisi yang selama ini sudah dibangun bersama Partai Nasdem dan PKS untuk dapat mewujudkan duet pasangan tersebut.
Koalisi ini tentu akan memiliki dukungan jumlah kursi partai terbesar dibanding gerbong koalisi lain, yakni 28,50 persen, yakni Nasdem 59 kursi, Demokrat 54 kursi, dan PKS 50 kursi.
"Artinya, pasangan Anies-AHY bisa memiliki bekal mesin politik yang prima dan kompetitif dalam pertarungan Pilpres 2024," kata Umam.
Rapimnas Demokrat
AHY menyebut partainya akan mengusung kriteria "perubahan dan perbaikan" dalam mencalonkan presiden pada Pilpres 2024.
Hal tersebut diungkapkan AHY saat Rapimnas Demokrat yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat (16/9/2022).
Kriteria capres dan cawapresnya pun harus memiliki integritas dan mengantongi dukungan kuat dari masyarakat.
"Sesuai hak politik yang kami miliki, Demokrat tentu ingin membangun koalisi dengan partai-partainya."
"Juga mengusung presiden dan wakil presiden, koalisis pasangan capres dan cawapres tentu harus sesuai dengan kriteria dan tema perjuangan politik Demokrat dalam Pemilu 2024 nanti, yaitu perubahan dan perbaikan," kata AHY dikutip dari KompasTV.
Baca juga: Banding Jokowi, Elektabilitas Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto-Anies Baswedan Rendah Jelang Pilpres
Saat ini, lanjut AHY, Demokrat intens dengan dua partai yang memiliki perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.
"Adapun kriteria capres dan cawapres, disamping harus memiliki integritas dan kapasitas, pasangan itu harus memiliki elektabilitas atau dukungan terkuat dari rakyat."
“Tak kalah pentingnya pasangan ini harus memiliki chemistry, memiliki kekuatan saling percaya, saling menguatkan, saling melengkapi,” kata AHY.
Terkait sosok Anies, AHY menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta itu memiliki wawasan yang bagus dan punya chemistry dengan AHY.
Namun hingga kini Demokrat belum memutuskan nama Anies menjadi pasangannya dalam kontestasi 2024 mendatang.
Kader Inginkan AHY Capres atau Cawapres
AHY diinginkan kadernya jadi capres atau cawapres pada pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Juru bicara DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan aspirasi kader tersebut bukan keputusan Partai Demokrat.
"Bukan keputusan Partai Demokrat saat ini. Ini aspirasi," kata Herzaky di sela-sela rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di JCC, Jumat.
Karena itu, Herzaky menuturkan dukungan tersebut masih sebatas aspirasi kader Demokrat.
"Tapi ini aspirasi kader dan para pimpinan partai dari seluruh daerah," ujarnya.
Menurut Herzaky, aspirasi itu datang dari pimpinan pusat hingga Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat.
"Aspirasi kader dari seluruh Indonesia yang hadir di sini yang merupakan para pimpinan struktur partai dari pusat, provinsi, sampai Kabupaten/Kota dan juga para wakil rakyat Partai Demokrat yang mencapai 3000-an orang hadir yang memang menginginkan mengusung Mas AHY sebagai capres atau cawapres di pilpres 2024," ungkapnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sinyal Duet ANIES - AHY Semakin Menguat, AHY Ingin Pasangannya Usung Semangat Perubahan & Perbaikan