Susul Richard Lee, Pesulap Merah Bakal Dilaporkan ke Polisi soal Debus, Sandy Tumiwa: Lagi Disiapkan
Buntut bongkar aksi oknum yang salahgunakan debus, Marcel Radhival alias Pesulap Merah bakal dilaporkan organisasi debus ke Polda Banten.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sandy-tumiwa-dan-firdaus-vs-pesulap-merah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Sejumlah laporan polisi seakan bertubi-tubi mendatangi Marcel Radhival alias Pesulap Merah.
Akibat konten-kontennya yang membongkar trik perdukunan, Pesulap Merah sampai dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia hingga Pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati, Gus Samsudin ke polisi.
Pesulap Merah juga terancam dilaporkan ke polisi oleh Mbak Rara Pawang Hujan dan Perkumpulan Debus Banten Indonesia (PDBI).
Adapun Firdaus Oiwobo selaku Pengacara Persatuan Dukun Indonesia mengungkapkan perkembangan laporan polisi terhadap Pesulap Merah.
Baca juga: Wakili Perkumpulan Debus Banten, Sandy Tumiwa Peringatkan dan Sebut Ilmu Pesulap Merah Masih Kecil
Firdaus menyebutkan bahwa saksi-saksi dalam kasus yang dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia terhadap Pesulap Merah akan diperiksa di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (15/9/2022) besok.
Sebagaimana diketahui pihak Persatuan Dukun Indonesia melaporkan Pesulap Merah ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 10 Agustus 2022 lalu.
"Perkembangannya hari Kamis depan, semua saksi-saksi dipanggil," ujar Firdaus, Selasa (13/9/2022) seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube Rasis Infotainment.
Lebih lanjut, Firdaus mengatakan bahwa Pesulap Merah rencananya juga akan dilaporkan oleh PDBI ke Polda Banten.
"Rencana di Polda Banten itu debus (PDBI, red)," sebut Firdaus.
Baca juga: Lagi-lagi Bang Away dan Mbah Gareng Buka Tabiat Pesulap Merah, Sebut Pelajari Spiritual Buat Nipu
Sementara itu, aktor Sandy Tumiwa yang mengaku ditunjuk sebagai Duta Budaya oleh PDBI membenarkan bahwa Pesulap Merah akan dilaporkan ke Polda Banten.
Untuk sementara ini, kata Sandy Tumiwa, Pesulap Merah berada dalam tahap somasi oleh PDBI.
"Ya dalam tahap somasi," ucap Sandy Tumiwa di samping Firdaus.
Sandy Tumiwa menuturkan bahwa pihaknya kini sedang mempersiapkan dengan matang, laporan polisi yang ditujukan kepada Pesulap Merah itu.
Baca juga: Isi Percakapan Pesulap Merah dan Gus Samsudin yang Diduga Jadi Bukti Perseteruan Settingan
"Lagi dipersiapkan karena rencana itu masuknya ke Polda Banten, jadi memang disiapkan biar mateng semuanya," jelasnya.
Menurut Sandy Tumiwa, langkah pihak PDBI untuk melaporkan Pesulap Merah ke polisi mendapatkan banyak dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Pasalnya, sebut Sandy Tumiwa, banyak masyarakat yang tak terima budaya debus diduga direndahkan oleh Pesulap Merah.
"Kita bersyukur karena semua elemen masyarakat mendukung karena tidak terima yang namanya marwah atau ikonnya Banten, diusik-usik," ungkap Sandy Tumiwa.
Baca juga: Pesulap Merah Tegaskan Bongkar Trik Dukun Bukan Ingin Terkenal: Penghasilan dari TV Lebih Kecil
Sebelumnya, dokter Richard Lee juga telah dilaporkan ke Mabes Polri, Jakarta terkait masalah debus.
"Kalau mau laporin boleh-boleh saja sih," kata Richard Lee seperti dilansir TribunGorontalo.com dari video di kanal YouTube Cumicumi yang tayang, Rabu (7/9/2022).
"Saya sudah jelasin bahwa debus itu adalah salah satu budaya bukan ilmu hitam, bukan ilmu yang dipakai untuk mendapatkan suatu keuntungan," lanjutnya.
Pesulap Merah yang berada di samping Richard Lee, menimpali bahwa debus disalahgunakan untuk menjual jimat.
Baca juga: Sebut Mbak Rara Pawang Hujan Hanya Pansos, Pesulap Merah: Saya Doakan Semoga Bisa Jadi Penyanyi
"(Debus) Bukan ilmu yang dipakai untuk jualan jimat," tutur Pesulap Merah menambahi pernyataan Richard Lee.
Menurut Pesulap Merah, hal yang dibongkarnya yakni bukanlah ilmu debus melainkan aksi penipuan oknum.
"Yang kita bongkarin kalau ada teknik debus yang disalahgunakan untuk penjualan jimat, itu tekniknya yang kita bongkar. Jadi bukan debusnya, tapi penipuannya yang kita bongkar," jelas Pesulap Merah.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)