Capres 2024
Peluang Capres Puan Maharani: Unggul di Pedesaan, 53,8 Persen Pemilih 'Berstatus Quo'
Peluang Puan Maharani untuk unggul kontestasi Pilpres 2024 cukup besar. Sebesar 53,8 persen masyarakat masih bisa berubah pilihan (status quo).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/110922-jajak-pendapat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta – Puan Maharani harus lebih optimal lagi sosialisasi diri di media sosial. Sebab paling banyak pendukung Puan Maharani dari masyarakat desa yang tak mengenal medsos.
Peluang Puan Maharani untuk unggul kontestasi Pilpres 2024 cukup besar. Sebesar 53,8 persen masyarakat (diwakili responden) masih bisa berubah pilihan (status quo) pada pilpres.
Jajak pendapat menunjukkan Puan Maharani unggul pada masyarakat pedesaan yang belum banyak mengenal medsos.
Bersadarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, sebanyak 43,3 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan pada 2020.
Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai wajar jika saat ini Ketua DPR RI Puan Maharani kalah dalam sentimen di media sosial (medsos).
Baca juga: Hasil Survei: Kinerja Airlangga, Prabowo dan Puan Maharani Paling Dirasakan Masyarakat
Sebab berdasarkan survei terbaru KedaiKOPI 3-18 Agustus 2022, mayoritas pendukung Puan adalah warga wilayah pedesaan yang tidak aktif di media sosial.
Peneliti Senior Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengatakan, dari total 100 persen responden, ada 19,1 persen warga pedesaan yang memilih Puan Maharani dalam Pilpres 2024 mendatang.
Jumlah itu jauh lebih besar dengan jumlah responden dari wilayah urban atau perkotaan yang memilih Puan, yakni hanya 9,2 persen.
“Persetujuan terhadap Puan Maharani lebih banyak di daerah lural dibanding urban,” kata Ashma saat merilis hasil surveinya, Jumat (9/9/2022).
Hal berbeda terlihat pada pemilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang lebih banyak berasal dari perkotaan (29,5 persen) dibandingkan warga pedesaan (18,9 persen).
Sementara calon lainnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cukup seimbang pendukungnya antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Di sisi lain, pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio juga menilai Puan selama ini belum optimal melakukan kampanye dan pencitraan melalui media sosial.
Hal itu berbeda dengan rekan separtainya Ganjar Pranowo yang dianggap sudah melakukan berbagai pencitraan untuk meningkatkan elektabilitas pribadi.
Baca juga: Duet Puan Maharani dan Prabowo Subianto Sulit Terwujud, Ini Alasan Politisi PKB
“Puan Maharani tegak lurus dengan partai karena dia tahu keputusan untuk menentukan calon presiden ada di tangan Bu Megawati (Ketua Umum PDI-P). Jadi dia kerja aja tuh jadi anggota DPR, sehingga agak tertinggal elektabilitasnya meskipun sudah ada peningkatan,” kata Hendri.
Jika nantinya sudah optimal berkampanye melalui media sosial, ia meyakini popularitas Puan meningkat.
Peningkatan suara itu bisa didapatkan dari warga yang saat ini masih belum menentukan pilihan, atau pun warga yang masih hendak merubah pilihannya.
Sebab, dalam survei itu juga diketahui sebanyak 53,8 responden mengaku pilihan capresnya masih bisa berubah.
“Mereka mengaku akan mengubah pilihan capres saat sudah ada penetapan calon presiden dan wakil presiden oleh partai politik,” kata Hendri.
Seknas Puan Berkomitmen Dukung Puan Maharani
Langkah Puan Maharani di panggung politik kian mantap dengan mendapat dukungan dari relawan.
Hal itu ditandai dengan pembentukan Sekretariat Nasional (Seknas) Puan Maharani.
Terbentuk awal September ini, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Seknas Puan Maharani langsung melantik kepengurusan di DKI Jakarta.
"Jakarta sebagai Ibu Kota dan barometer politik Indonesia menjadi wilayah pertama yang pengurusnya kita lantik," kata Elvi Diana, Ketua Umum Seknas Puan Maharani saat melantik Pengurus DKI Jakarta, di bilangan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (10/9/2022).
Selanjutnya, dalam tiga bulan kedepan akan dilantik pengurus di 34 provinsi di Indonesia.
"Kami komitmen untuk mendukung Mbak Puan. Terutama karena beliau sosok wanita yang punya track records dalam dunia politik yang mumpuni. Selain itu, beliau cucu dari pendiri bangsa ini Ir Soekarno. Jadi, beliau adalah sosok yang paripurna," ucapnya.
Baca juga: Anies Baswedan Dapat Tereliminasi dari Pilpres 2024: Puan Maharani, Prabowo dan Airlangga Aman
Hal senada dikatakan La Ode Umar Bonte salah satu Pendiri Seknas Puan Maharani.
"Pembentukan Seknas Puan Maharani ini tidak ada kaitannya dengan pencapresan. Perlu ditegaskan bahwa kami segaris dengan Mbak Puan dan apapun yang beliau mau kerjakan untuk bangsa dan negara ini, kami siap mendukungnya," katanya.
Dia menyadari, soal rencana pencapresan Puan adalah PDI-Perjuangan.
"Kami tidak masuk ke ranah itu. Namun, sebagai gerakan masyarakat, kami akan mendukung Puan dan mengajak kaum perempuan dan kelompok milenial untuk juga berada di barisan Puan Maharani," ucapnya.
Pelantikan Pengurus Seknas Puan di DKI Jakarta ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan dan pataka oleh Elvi Diana kepada Andre Bolang Ketua DPW Seknas Puan.
"Setelah ini, kami pengurus Seknas Puan Jakarta akan turun ke masyarakat dengan berbagai program untuk mensosialisasikan sosok Puan Maharani sehingga masyarakat bisa lebih memahami lagi," kata Andre.
Ditegaskannya, Seknas Puan memiliki komitmen untuk mendukung penuh kinerja Puan dalam membangun bangsa ini.
Pada kesempatan itu, secara bersama-sama disuarakan Deklarasi Seknas Puan Maharani yang dibacakan oleh St Fatima Umar Sekjen DPN Seknas Puan.
Isinya, komitmen untuk setia pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Juga berkomitmen menciptakan Pemilukada dan Pemilu 2024 yang jujur, berintegritas, anti-politik identitas, aman, dan damai.
Selain itu juga, Seknas Puan siap kerja bersama dalam mewujudkan kemajuan daerah di seluruh Indonesia dengan semangat toleransi, gotong royong, dan keadilan dalam segala hal.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei: Mayoritas Pendukung Puan Maharani Warga Pedesaan, Wajar Kalah di Media Sosial