Cerita Anden Zakaria 17 Tahun Jualan Pentol Goreng
Di tengah berjualan siomay, ia memiliki inspirasi untuk mengembangkan usahanya dengan berjualan pentol goreng .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/07092022_pentol-goreng.jpg)
Usaha dan kerja kerasnya mampu membuahkan hasil yang baik.
Dalam sehari dirinya dapat mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp300-500 ribu dalam per malam.
Sebelumnya, penghasilanya bisa melebihi pendapatan sebelumnya namun dampak pandemic masih dirasakan olehnya.
“Kalau sebelum pandemi pendapatanya saya bisa sampai 1 jutaan, namun saat ini hanya berkisar ratusan 300 ratus hingga 500 ribu,” ungkap Anden.
Dari penghasilanya tersebut ia mampu menyekolahkan anaknya hingga duduk di bangku perkuliahan, serta dapat membagun tempat tinggal pribadinya.
“Alhamdulilah dari usaha ini saya dapat membagun rumah sama menyekolahkan kedua anak saya,” katanya.
Anden memiliki impian untuk bisa lebih mengembagkan usahanya dengan mebuka lapak-lapak lainya.
Namun saat ini ia terkendala dengan tingginya harga bahan pokok pembuatan pentol goreng.
“Impian sih mau mengembangakn lapakanya bisa lebih dari satu, tapi saat ini masih di pertimbangkan karena kemarin harga minyak goreng masih tinggi, saat ini pun untuk harga telur masih tinggi tingginya” tambah pria berumur 47 tahun.
Riski (25) salah satu pelanggan mengatakan dirinya sudah sejak duduk di bangku SMA mengenal Anden untuk menikmati pentol gorengnya.
“Dari SMA saya tau pentolnya Anden ini, karena dulunya ia sering jualan di SMAnya saya, hingga saat ini dia ada lapak kalo lewat sini (Jln KH Adam Zakaria) pasti singgah,” kata Riski.(*).