Cerita Anden Zakaria 17 Tahun Jualan Pentol Goreng
Di tengah berjualan siomay, ia memiliki inspirasi untuk mengembangkan usahanya dengan berjualan pentol goreng .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/07092022_pentol-goreng.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Anden Zakaria warga Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara mengaku berjualan pentol goreng sejak 2005 silam.
Artinya di tahun 2022 ini, pria 47 tahun tersebut sudah 17 tahun menggeluti usaha pentol gorengnya.
Sebelum menjual pentol goreng, Anden diketahui berjualan roti keliling hingga siomay rebus.
Namun di tengah berjualan siomay, ia memiliki inspirasi untuk mengembangkan usahanya dengan berjualan pentol goreng .
Pada tahun 2005 pun ia memulai usahanya berjualan pentol goreng.
Bermodalkan sepeda ia mengelilingi perkotaan.
Tempat favoritnya untuk berdagang yaitu gerbang kampus UNG dan sekolah.
“Kalau lalu jualanya keliling, kadang jualan di depan kampus UNG, siang kadang di sekolah sekolah,” cerita Anden Zakaria, Rabu (07/09/2022).
Dua sejak berjualan pentol goreng, Anden Zakaria bisa membeli kendaraan motor. Itu tepatnya pada 2007.
Bermodalkan usaha dan tekad ia mampu mengembangkan usahanya.
Ia lantas membuka lapak jualan di Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.
“Sebelumnya, lapak di perumahan Pulubala, namun seiring berjalannya waktu saya pindah di sini karena dekat (pembeli),” ungkap dia.
Pria yang memiliki dua anak tersebut berjualan setiap hari.
Biasanya dari pukul 19.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita dini hari ia menjajakan dagangan pentol gorengnya.
Para pembeli pun didominasi oleh kawula muda yang ingin menikmati jajanan pentol goreng miliknya.