Selasa, 10 Maret 2026

Brigadir J

Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi oleh Brigadir J Dinilai Tak Masuk Akal, Jadi Janggal Gegara Ini

Dugaan pelecehan seksual Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dinilai tak masuk akal.

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi oleh Brigadir J Dinilai Tak Masuk Akal, Jadi Janggal Gegara Ini
YouTube Kompas TV
Tersangka eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi saat hadir di proses rekonstruksi pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Selasa (30/8/2022). Di sisi lain, dugaan pelecehan seksual Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dinilai tak masuk akal. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dinilai tak masuk akan.

Dikutip TribunGorontalo, hal itu sebagaimana disampaikan oleh aktivis hingga kriminologi yang mengungkapkan pandangannya terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Muncul dugaan kejadian pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi ini menjadi motif mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo marah hingga memerintahkan agar mantan anak buahnya yakni Brigadir J untuk dieksekusi.

Namun nyatanya, hingga kini penyebab kemarahan Ferdy Sambo yang sampai sebabkan Brigadir J kehilangan nyawan masih belum terungkap.

Sementara kabarnya, dugaan pelecehan itu disebut-sebut terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

 

 

Baca juga: Bharada E Ternyata Punya Peran Penting Ini Selain Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo yang Beri Perintah

Berdasarkan pengakuan Putri Candrawathi kepada Komnas Perempuan, dirinya mengalami dugaarada Ean tindak kekerasan seksual oleh Brigadir J di rumah Magelang pada 7 Juli, atau sehari sebelum J ditembak Richard Eliezer atau Bh atas perintah Ferdy Sambo.

“Yang disampaikan kepada kami yang terjadi di Magelang adalah perkosaan,” kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi dalam program acara News Update Live Kompas.com, Jumat (2/9/2022).

Ia mengklaim, bukan perkara mudah menggali keterangan Putri.

Pada pertemuan pertama dan kedua, Putri hanya menangis tanpa suara dan hanya mengangguk saat menjawab pertanyaan.

Informasi mengenai dugaan perkosaan itu diketahui pada pertemuan ketiga dan keempat pada 21 dan 23 Agustus 2022, setelah Putri didampingi oleh psikolog, keluarga dan pendetanya.

Baca juga: Komnas HAM Buka Lagi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J: Blunder

 

Saat menceritakan peristiwa di Magelang, ia menyebut, tangan Putri menggenggam kencang, memijat jarinya sendiri dengan keras, serta luapan emosi dan gestur seperti menangis.

“Dalam menyampaikan peristiwa kekerasan seksual di Magelang, P (Putri) menunjukkan indikasi trauma korban,” ujar Aminah.

Ia menambahkan, kesimpulan dugaan terjadinya perkosaan itu berdasarkan pada tiga hal yakni, keterangan Putri dan asisten rumah tangganya bernama Susi, kesesuaian keterangan asisten rumah tangganya yang lainnya bernama Kuat Maruf dengan kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak.

Namun untuk memperkuat dugaan itu, Komnas Perempuan merekomendasikan agar penyidik mendalami dugaan kasus pemerkosaan di Magelang.

“Untuk pengumpulan bukti menjadi tugas dari kepolisian,” kata Aminah saat dihubungi Kompas.com, Minggu (4/9/2022).

Meski demikian, bukan perkara mudah untuk mengungkap dugaan ini. Sebab, menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi tidak ada CCTV di rumah tersebut.

"Tidak ada CCTV di rumah Magelang," kata Andi kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Apa Itu GSR? Di Kasus Brigadir J Disebut Coba Dihilangkan Ferdy Sambo dengan Perintahkan Cuci Baju

Tak Masuk Akal

Sementara itu, aktivis yang menginisiasi gerakan 3.000 lilin untuk Brigadir J, Irma Hutabarat menilai dugaan perkosaan itu tidak logis.

Menurutnya, dugaan itu mengabaikan adanya relasi kuasa antara Putri atas Brigadir J di rumah Sambo, seorang jenderal polisi bintang dua.

Selain itu, Brigadir J yang juga berasal dari keluarga Batak yang sangat menghargai perempuan dan ibu.

“Tidak masuk akal, baik dari sisi relasi kuasa maupun karakter Yosua yang kerap dilupakan,” kata Irma saat dihubungi Kompas.com, Minggu (4/9/2022).

Ia menduga, narasi pemerkosaan yang baru berkembang beberapa waktu terakhir merupakan skenario lain Sambo.

Sebagaimana diketahui, jenderal bintang dua itu sempat membangun sejumlah rekayasa seperti narasi tembak menembak Bharada E dengan Brigadir J, dugaan pelecehan di rumah dinas Duren Tiga, hingga menghilangkan barang bukti.

Menurut Irma, Sambo dan istrinya masih leluasa membangun skenario dan rekayasa terkait kematian Yosua.

“Sambo dan PC (Putri Candrawathi) bisa bebas merekayasa skenario dan menjalankan pengalihan isu karena (Putri) tak ditahan,” ujar Irma.

Baca juga: Terungkap Cara Ferdy Sambo Bikin Anak Buahnya Percaya Skenario Kasus Penembakan Brigadir J

Kata Kriminolog

Sementara itu, kandidat doktor bidang Kriminologi Australian National University, Leopold Sudaryono turut mengamini Irma.

Ia menduga tidak ada pemerkosaan terhadap Putri sebagaimana narasi yang berkembang.

Namun, ia menduga, ada hubungan khusus yang bersifat konsensual antara keduanya.

Hal itu terlihat saat Yosua meminta Putri memerintahkan ajudannya yang lain, Brigadir Ricky Rizal menyerahkan senjatanya yang disita pasca keributan di Magelang.

“Saya meyakini tidak ada kekerasan seksual oleh seorang brigadir ataupun pembantu terhadap Bu PC (Putri Candrawathi). Hubungan khusus yang ada bersifat konsensual,” kata Leo.

Namun, hubungan khusus itu tidak diketahui semua ajudan, asisten rumah tangga, maupun sopirnya. Karena itu, mereka menjadi emosi saat Brigadir J menggendong Putri dan berdua di dalam kamar di Magelang.

“Saat mereka melihat dua indikasi di mana J mendekati secara fisik (berusaha membopong) dan di kamar berduaan, mereka marah dan mengancam,” tutur Leo. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Pemerkosaan Putri Candrawathi di Magelang Dinilai Tak Masuk Akal "

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved