Rabu, 11 Maret 2026

Brigadir J

Ahli Singgung Kemungkinan Wanita Jadi Pelaku saat Bahas Kasus Pelecehan Seksual Putri Candrawathi

Ada banyak pihak tak setuju pernyataan Komnas Perempuan, meyakini kasus dugaan pelecehan seksual itu hanya karangan dari para tersangka termasuk PC.

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Ahli Singgung Kemungkinan Wanita Jadi Pelaku saat Bahas Kasus Pelecehan Seksual Putri Candrawathi
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (kanan) saat mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu (7/8/2022). Kabar terbaru menyebut, Ahli psikologi forensi Reza Indragiri Amriel menyatakan rasa ketidakpercayaan atas adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat kepada istri dari eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ahli psikologi forensi Reza Indragiri Amriel menyatakan rasa ketidakpercayaan atas adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat kepada istri dari eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Sebagaimana diketahui, Komnas Perempuan menjadi salah satu pihak yang turut menyuarakan terjadinya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Namun, ada banyak pihak yang tidak setuju atas pernyataan Komnas Perempuan karena meyakini kasus dugaan pelecehan seksual itu hanya lah karangan dari para tersangka termasuk PC.

 

 

Baca juga: Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi oleh Brigadir J Dinilai Tak Masuk Akal, Jadi Janggal Gegara Ini

Baca juga: Istri Ferdy Sambo Putri Chandrawati Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Bukti CCTV Acuan Penyidik

Terkait hal tersebut, dikutip TribunWow dari tvonenews, Reza meyakini tidak ada kasus pelecehan seksual baik di Duren Tiga maupun di Magelang.

Namun ia mencoba melihat dari kaca mata Komnas Perempuan.

Reza menjelaskan, jika menggunakan penjelasan Komnas Perempuan termasuk teori relasi kuasa, maka kasus pelecehan seksual ini justru terjadi dipicu oleh si wanita.

"Artinya kekerasan seksual pasti dilakukan oleh pihak yang berkuasa terhadap pihak yang dikuasai, yang kuat terhadap pihak yang lemah," ujar Reza.

Reza menyoroti bagaimana pangkat Yosua yang masih brigadir tidak mungkin berani nekat terhadap PC yang merupakan istri jenderal bintang dua alias Irjen.

"Alhasil kalau dipaksakan harus ada kekerasan seksual, maka kecil kemungkinan bahwa seorang brigadir akan bisa mendaki sedemikian cepat seketika langsung menjadi pihak yang berkuasa lalu melakukan rudapaksa," ujar Reza.

Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Tanggapan Mahfud, Simpan Motif hingga LPSK Tolak Permohonan Ibu Putri

Reza lalu menyoroti kemungkinan si wanita lah yang menjadi pelaku dan sang laki-laki yang merupakan korban.

"Jadi teori relasi kuasa kalau diterapkan justru blunder," kata Reza.

"Atau jangan-jangan kontak seksualnya bukan kekerasan tapi kontak seksual yang konsensual," ungkap Reza.

 

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi memberi arahan saat melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah jalan Saguling, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Di depannya berdiri seorang pria yang menjadi pemeran pengganti Brigadir J.
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi memberi arahan saat melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah jalan Saguling, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Di depannya berdiri seorang pria yang menjadi pemeran pengganti Brigadir J. (YouTube POLRI TV RADIO)

 

Keluarga Curiga PC Suka Brigadir J

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved