Anies Baswedan Dapat 'Tereliminasi' dari Pilpres 2024: Puan Maharani, Prabowo dan Airlangga Aman
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo dapat 'tereliminasi' dari kontestasi Pilpres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/300822-anies-baswedan.jpg)
Pertama, menurut Kamhar, skenario pelanggengan kekuasaan.
Kedua, skenario menyiapkan pengganti jika skenario pertamanya gagal dan mendapat penolakan yang kuat dari rakyat.
"Untuk skenario kedua ini jelas terbaca publik bukan mengarah ke Mas Anies, malah sebaliknya Mas Anies lah yang dianggap sebagai ganjalan," kata Kamhar
Dia menanggapi pernyataan Pengamat Politik Adi Prayitno yang dianggap keliru jika memandang pernyataan Andi Arief terkait penjegalan terhadap Anies berlebihan dan hanya membungkus kepentingan Partai Demokrat untuk menyandingkan Anies-AHY saja dengan argumentasi jika elektabilitas Mas Anies tertinggi maka akan jadi rebutan partai-partai.
"Faktanya yang disebutnya tertinggi pun, katakanlah Mas Ganjar juga tidak menjadi rebutan partai-partai. Malah sebagai anggota partai, partai tempat bernaungnya pun sampai saat ini belum memberikan sinyal dukungan," kata Kamhar.
Jadi, menurut Kamhar, keliru jika menilai dinamika politik Pilpres, utamanya relasi dengan penguasa saat ini hanya melihat variabel elektabilitas.
"Terang benderang terbaca penguasa punya skenario tersendiri terkait kekuasaan," ujarnya.
Dikatakan bahwa pelanggengan kekuasaan dengan skenario penambahan masa jabatan atau periodesasi, dan skenario mempersiapkan pelanjut.
"Ini berbahaya dan menjadi ancaman bagi peningkatan derajat dan kualitas demokrasi," katanya.
"Hemat saya, ini yang menjadi substansi kritik Bang Andi Arief, agar Pak Jokowi bersikap dan berdiri sebagai negarawan," lanjut dia.
Kamhar mengajak Jokowi belajar dari Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang diakhir periode keduanya menjadi presiden RI berdiri sebagai negarawan mengawal proses demokrasi kontestasi Pilpres yang terselenggara secara Luber dan Jurdil.
"Bukan mengintervensi (Pilpres) atau mempersiapkan jagonya," kata Kamhar.
Lembaga Indonesia Survey Center (ISC) merilis survei terkait elektabilitas capres.
Survei terbaru ISC ini digelar pada 9-19 Agustus 2022. Survei ini melibatkan sebanyak 1.520 responden yang dipilih secara random (multistage random sampling).
Elektabilitas Capres: