Gorontalo Tolak Kenaikan BBM

9 Tuntutan Mahasiswa Gorontalo dalam Aksi Tolak Harga BBM

Mahasiswa Gorontalo mengaku Aliansi Forum Kaum Pembela Rakyat menggeruduk kantor DPRD Provinsi Gorontalo dan Kantor Gubernur, Selasa (30/8/22). 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Mahasiswa ditunggu oleh brigade Satpol PP. Personel Satpol PP tampak siaga menghalau mahasiswa yang mencoba masuk ke dalam gedung kantor Gubernur Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Mahasiswa Gorontalo rela ‘nanjak’ ke Puncak Botu, Talumolo, Kota Gorontalo, demi protes wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. 

Mahasiswa Gorontalo mengaku Aliansi Forum Kaum Pembela Rakyat menggeruduk kantor DPRD Provinsi Gorontalo dan Kantor Gubernur, Selasa (30/8/22). 

Aksi sudah dimulai sejak pukul 11.00 Wita jelang salat Juhur. Massa dengan spanduk putih berisi tuntutan, memaksa bertemu anggota DPRD Provinsi Gorontalo. 

Sayangnya, meski orator berapi-api menjelaskan dampak merugikan kenaikan harga BBM subsidi untuk warga, namun tak satupun perwakilan rakyat muncul. 

Kecewa tak ditemui para anggota rakyat, puluhan mahasiswa itu mengancam akan kembali lagi. 

Aksi siang itu lantas dilanjutkan dengan orasi di Kantor Gubernur Gorontalo. 

Seperti biasa, mahasiswa ditunggu oleh brigade Satpol PP. Personel Satpol PP tampak siaga menghalau mahasiswa yang mencoba masuk ke dalam gedung. 

Kondisi yang sama ditemui mahasiswa pendemo. Mereka tak ditemui oleh Pj Gubernur Gorontalo. Otoritas terkait menyebut, Hamka Hendra Noer tak berada di tempat. 

Karena itu, di hadapan pejabat yang ada, mahasiswa yang dikoordinir oleh Rahman Patingki, membacakan 9 tuntutannya.

1. Meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pembahasan kenaikan harga BBM bersubsidi.

2. Menolak penuh atas kenaikan harga BBM bersubsidi yang membuat masyarakat makin susah.

3. Meminta Gubernur Provinsi Gorontalo untuk serius membasmi mafia minyak yang ada di provinsi Gorontalo.

4. Meminta Gubernur Gorontalo menerbitkan surat edaran tidak ada lagi pengisian BBM  menggunakan jerigen di setiap SPBU.

5. Meminta kepada Gubernur untuk segera mencarikan solusi dari kelangkaan BBM subsidi jenis solar yang membuat penumpukan truk kontainer di sepanjang jalan  Andalas, dan sepanjang jalan Kecamatan Telaga , Telaga Biru.

6. Meminta Gubernur Gorontalo untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk segera memberhentikan segala pembahasan mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi.

7. Meminta Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dan PJ Gubernur Gorontalo ber-statement untuk menolak penuh kenaikan harga BBM bersubsidi.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved