Pemkot Gorontalo Musnahkan 35 Ribu KTP, 15 Ribu Kartu Keluarga dan 9 Ribu KIA

Pemerintah Kota Gorontalo melakukan pemusnahan ribuan dokumen kependudukan yang sudah invalid pada Selasa (16/08/2022) di Rumah Adat Dulohupa.

Penulis: Apris Nawu | Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com/Ist
Pemkot Gorontalo memusnahkan KTP, Kartu Keluarga dan KIA. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo melakukan pemusnahan ribuan dokumen berupa KTP, kartu keluarga, dan Kartu Identitas Anak yang sudah invalid pada Selasa (16/08/2022) di Rumah Adat Dulohupa.

Adapun dokumen yang dimusnahkan Pemkot Gorontalo, 5 ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP), 15 ribu Kartu Keluarga, dan 9 ribu lebih Kartu Identitas Anak.

Wali Kota Gorontalo Marten Taha mengatakan, pemusnahan ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 104 tahun 2019, tentang Pendokumentasian Administrasi Kependudukan.

"Dimana dalam Permendagri tersebut telah menyebutkan jika dokumen kependudukan yang sudah tidak valid atau sudah tidak digunakan dapat dilakukan pemusnahan," kata Marten.

“Olehnya itu, sesuai dengan Permendagri ini ribuan dokumen mulai dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Identitas Anak (KIA) kita musnahkan,” ujarnya.

Untuk itu dengan adanya pemusnahan tersebut, Wali Kota berharap tak ada lagi penumpukan serta penyalahgunaan dokumen yang sudah tidak valid oleh oknum tertentu.

"Untuk dokumen-dokumen yang sudah tidak berguna itu kita musnahkan semua. Agar ke depan tidak disalah gunakan oleh orang lain,” ucap Marten.

Selain itu, terkait soal pelayanan di Dukcapil, Marten menyebut pihaknya sudah menyediakan Aplikasi Dukcapil untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan di Kota Gorontalo.

"Jadi semua kita lakukan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan melalui aplikasi dukcapil," jelasnya.

Data kependudukan yang tidak valid yang dimaksud Permendagri adalah sebagai berikut:

- Gagal encode
- Rusak
- Gagal cetak
- Perubahan elemen data.

Adapun pemusnahan dapat dilakukan setiap hari dengan cara dibakar.Namun, wajib dilengkapi berita acara pemusnahan dokumen. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved