Sejarah Gorontalo

Menilik Sejarah Gorontalo dari Bangunan Rudis Gubernur

Ali Mobiliu, pemerhati sejarah Gorontalo mengatakan, diperkirakan bangunan ini mulai dibangun pada tahun 1708 setelah Belanda.

TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Rumah dinas Gubernur Gorontalo diapit oleh tiga jalan; Jalan Pertiwi, Jl Sultan Hasanuddin, Jl Nani Wartabone. Rudis ini jadi saksi sejarah Gorontalo. 

Para tentata Belanda yang berjaga dan menempati gedung ini, dilucuti senjatanya. 

“Sejak saat itulah gedung ini dikuasai oleh pasukan rimba yang di pimpin Nani Wartabone. Menurut catatan sejarah pada bulan Agustus 1942 gedung ini diambil alih oleh pasukan  Nippon Jepang dan Nani Wartabone diasingkan ke Manado Sulawesi Utara.” tukas Ali. 

Sejak tahun 1942 hingga 1945 Gedung ini ditempati pemimpin Jepang di Gorontalo.

Lalu setelah Jepang takluk dari pasukan sekutu dan seiring diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia 1945, gedung ini menjadi Rumah dinas Kepala Daerah Kabupaten Sulawesi Utara bagian dari Provinsi Sulawesi yang dipimpin oleh Sam Ratulangi. 

Selama Orde Lama Gedung ini menjadi rumah dinas Keresidejan Gorontalo, sejak tahun 1961 menjadi rumah dinas wali kota Suapraja Gorontalo Taki Niode dan berturut-turut ditempati menjadi rumah dinas walikota sampai dengan terbentuknya Provinsi Gorontalo.

Rudis Gubernur Gorontalo terletak di Kelurahan Biawao, Kelurahan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Rudis ini diapit oleh tiga jalan; Jalan Pertiwi, Jl Sultan Hasanuddin, Jl Nani Wartabone (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved