Kamis, 12 Maret 2026

Brigadir J

Benang Merah Kasus Brigadir J, Siapa Dalangnya? Jokowi: Jangan Ragu Ungkap Kebenaran

Benang merah kasus kematian Brigadir J sudah terlihat. Presiden Joko Widodo minta Polri tak ragu mengungkap kebenaran.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Benang Merah Kasus Brigadir J, Siapa Dalangnya? Jokowi: Jangan Ragu Ungkap Kebenaran
Kolase TribunGorontalo.com
Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Benang merah kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sudah terlihat. Presiden Joko Widodo minta Polri tak ragu mengungkap kebenaran. 

"Ada di lokasi memang," ujar Boerhanuddin saat dihubungi, Senin (8/8/2022). Boerhanuddin ogah menjelaskan secara gamblang siapa atasan Bharada E yang dimaksud.

Baca juga: Jumat Misteri Duren Tiga: Membisu Saksi Bisu Penembakan Brigadir J dan Pelecehan Istri Ferdy Sambo

Namun yang pasti, kata Boerhanuddin, atasan itu adalah atasan di mana Bharada E bertugas. "Atasannya kan kita sudah bisa reka-reka siapa atasannya. Atasan kedinasan, yang di tempat lokasinya," tuturnya.

Boerhanuddin mengatakan, Bharada E mendapat tekanan untuk menembak Brigadir J. Dia kembali enggan menyebutkan nama dari atasan Bharada E. "Iya betul (ada perintah). Disuruh tembak. 'Tembak, tembak, tembak'. Begitu," ucap Boerhanuddin.

"Puzzle" yang Tersisa dari Kematian Brigadir J

Dugaan rekayasa kasus tewasnya Brigadir J semakin kuat mengemuka.

Satu per satu kepingan fakta kasus ini mulai dibuka dan terlihat benang merahnya. Kronologi awal yang disampaikan polisi pada 11 Juli berkembang jauh berbeda.

Hal ini dikuatkan dengan perubahan keterangan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, salah satu tersangka, yang mengubah keterangannya di hadapan penyidik.

Jika sebelumnya Bharada E mengaku sebagai pelaku tunggal yang menembak Brigadir J hingga tewas, keterangan itu kini berubah. Bharada E mengaku diperintah atasan untuk membunuh Brigadir J.

Demikian pula dengan penyidik Polri yang bekerja di bawah tim khusus pimpinan Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto.

Penyidik tak berhenti pada penetapan tersangka Bharada E. Fakta selanjutnya, mengantarkan kepingan kasus ini menjerat nama-nama lainnya termasuk, Brigadir Ricky Rizal (Brigadir RR) yang merupakan ajudan istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Brigadir RR ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Tersangka dipastikan akan terus bertambah mengingat masih ada 25 orang perwira tinggi hingga bintara yang diproses etik oleh Inspektorat Khusus Polri.

Baca juga: CCTV Bukan Rusak Tapi Dicopot, IPW: Ferdy Sambo Bisa Dimintai Pertanggungjawaban Kasus Brigadir J

Lantaran kasusnya bukan lagi baku tembak, melainkan pembunuhan berencana, diyakini ada tokoh penting yang memiliki kuasa hingga menggerakkan Bharada E dan juga Brigadir Ricky Rizal (Brigadir RR) yang merupakan tersangka kedua.

Menko Polhukam Mahfud MD yang sejak awal mencium adanya kejanggalan dalam kasus ini memastikan Polri bakal mengungkap auktor intelektual pembunuhan Brigadir J.

Perintah atasan dan rekayasa proyektil Rekayasa kronologi kematian Brigadir J terbongkar setelah Bharada E mengubah keterangannya di hadapan penyidik Timsus Polri.

Pengacara tersangka Richard Eliezer, Deolipa Yumara, mengungkapkan kliennya diperintah atasannya untuk membunuh Brigadir J.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved