Calon Presiden
Puan Maharani di Mata Analis Politik: Sinyal dari Daerah, Ganjar Vote Getter hingga Layak Capres
Ketua DPR RI itu mendapat apresiasi, sinyal relawan buat Megawati Soekarnoputri hingga disebut layak capres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/070822-puan-kunjungan.jpg)
Puan Maharani rekam jejak atau jabatan dan riwayat keluarga 'darah biru'. Puan Maharani adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia.
Puan Maharani juga sebagai pemegang suara terbanyak saat pemilu legislatif sehingga elite PDIP itu menjadi Ketua DPR RI.
Kata Hendra, Puan Maharani memiliki peluang dan potensi besar untuk dicalonkan pada Pilpres 2024.
Baca juga: PDIP Cenderung Pilih Tokoh NU: Puan Maharani-Gus Yahya-KH Marsudi Berpeluang
Hendra mengatakan, figur capres yang booming sejauh ini ialah Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.
Tetapi untuk pencapresan ini tidak lepas dari keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Bagi Hendra, Puan Maharani sangat layak diusung PDIP untuk capres. Hal ini bisa ditinjau dari dua hal di antaranya, rekam jejak serta riwayat keluarga.
Puan sebagai tokoh yang pernah menjabat Menko PMK termasuk pada 2019 kurang lebih pernah merauh suara terbanyak di Dapil Jawa Tengah menjadi calon anggota DPR RI.
Tentu Puan Maharani layak dicalonkan sebagai capres maupun cawapres.
"Terlebih melihat dari sisi riwayat keluarga dan juga beliau jika dicalonkan dari PDIP. Puan Maharani dari trah PDIP apalagi ibundanya saat ini sebagai Ketua Umum PDIP. Kalau ditanya soal trah sangat jelas sebab Puan Maharani cucunya Presiden Soekarno dan anak dari Presiden kelima Republik Indonesia (Megawati)," ujar dia kepada TribunGorontalo.com, Selasa (2/8/2022).
Jika ditinjau dari pujuk pimpinan legislatif, Puan Maharani sudah menjadi ketua dan tentu jika diusung ke capres sangat memungkinkan dan memiliki potensi untuk dicalonkan.
Baca juga: Lima Figur Capres 2024: Puan Maharani Termuda, Prabowo Subianto Paling Populer
PDIP sebagai partai yang bisa mengusung sendiri karena melihat jumlah kursi.
"Seingat saya PDIP kurang lebih secara persentasi memungkinkan mengusung sebab ada 128 kursi dan jika dibulatkan dapat 22,26 persen sehingga bisa mengusung, karena syarat dukungan itu sudah terpenuhi (20 persen)," tuturnya.
Kata Hendra, tentu ini menjadi modal dari segi hitung-hitungannya secara matematis pada basis mana dan segementasi mana dirinya kuat.
Ujang Komaruddin
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menyebut, munculnya relawan yang mendukung Puan Maharani maju capres 2024 di sejumlah daerah, menunjukan sinyal dukungan dari PDIP.