Pilpres 2024

Tiru Model Demokrasi Terpimpin Soekarno: PDIP Layak Usung Capres Puan Maharani

PDIP meniru demokrasi terpimpin Soekarno, apabila Megawati Soekarnoputri memutuskan PDIP mengusung Puan Maharani, hampir tak ada dinamika perlawanan.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Presiden Soekarno, Puan Maharani dan Megawati. PDIP meniru demokrasi terpimpin Soekarno, apabila Megawati Soekarnoputri memutuskan PDIP mengusung Puan Maharani, hampir tak ada dinamika perlawanan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta  - Puan Maharani paling layak diusung PDIP pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Fakta politik menjelaskan Puan Maharani sebagai pemenang kunci koalisi. Ketua DPR RI ini memegang kendali politik antara elite-elite PDIP.

PDIP yang meniru demokrasi terpimpin ala Soekarno, hingga apabila Megawati Soekarnoputri memutuskan PDIP mengusung Puan Maharani, hampir tak ada dinamika perlawanan di internal partai.

Baca juga: Daerah Makin Masif Suarakan Puan Maharani Presiden 2024

Demikian analisis pengamat politik Khoirul Umam. Dia menyebut sosok Puan Maharani memiliki kans besar untuk diusung Ketua Umum PDIP Megawati menjadi capres maupun caswapres pada Pilpres 2024.

"Mba Puan Maharaninmemang elektabilitasnya per hari ini belum memadai, tapi fakta menunjukkan bahwa Mba Puan Maharani adalah satu-satunya pihak yang memiliki kendali politik paling real di antara elit-elit (PDIP) lain," kata Umam dalam diskusi daring bertajuk 'Menakar Peluang Figur 3 Poros Utama Pilpres 2024' via daring dikutip dari kompas.tv, Rabu (3/8/2022).

Ia menjelaskan, Ketua DPR itu memiliki kunci langsung untuk menggerakkan arah koalisi. Sebab partai berlambang kepala banteng moncong putih itu adalah satu satunya partai yang bisa mengusung capres-cawapres tanpa harus koalisi.

Baca juga: Peluang Puan Maharani-Sri Mulyani-Yenny-Susi Maju Pilpres 2024: Begini Kata Pengamat

Di samping itu, lanjut Umam, hampir dapat dipastikan tak ada dinamika internal PDIP.

Karena, bila nantinya putusan Megawati memutuskan Puan menjadi capres atau cawapres, hampir tak akan ada dinamika perlawanan di dalam partai.

"Ini karena karakter kepemimpinan di PDIP itu mirip dengan model pendekatan kepemimpinan yang dulu di-introduce oleh Bung Karno, yakni demokrasi terpimpin," ujarnya.

Selain itu, karakter politik PDIP ini, arahnya akan menguatkan basis trah Soekarno.

Sementara itu, politikus PDI-P Effendi Simbolon mengungkapkan partainya hingga saat ini belum menentukan bakal capres.

Namun, kata Effendi, kader PDI-P yang paling menonjol untuk menjadi capres saat ini adalah Ketua DPR RI Puan Maharani.

Baca juga: Puan Maharani Masuk Bursa Capres: PDIP Ingin Rebut Kota Gorontalo-Boalemo-Gorut

Menurutnya, kiprah Puan semakin membaik tiap harinya. "Kita coba dorong (Puan) apakah kira-kira bisa memberi warna alternatif bagi masyarakat," imbuhnya.

PDI-P juga belum memutuskan membentuk atau bergabung dengan koalisi yang sudah ada saat ini.

Effendi menjelaskan, sosok capres yang akan diusung PDI-P saat ini masih berproses. Apabila capresnya berasal dari kader internal partai, maka PDI-P akan mencari sosok yang paling siap untuk memimpin Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved