Brigadir J
Hari Ke-26 Misteri Kasus Brigadir J: Bripka Ricky Ceritakan Aksi 'Koboi' di Rumah Dinas Ferdy Sambo
Brigadir Kepala (Bripka) Ricky, saksi kunci aksi, melihat baku tembak Brigadir J dan seseorang yang diduga Bharada E.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/030822-baku-tembak.jpg)
Menyadari Putri Candrawathi dua kali urung hadir ke kantor LPSK dengan dalih kondisi psikologinya masih terguncang, LPSK akan melakukan penjadwalan ulang.
Bahkan, kemungkinan LPSK akan melakukan pemeriksaan assessment psikologis di rumah pribadi Putri Candrawathi.
"(Namun) belum bisa dipastikan waktunya, bisa minggu ini, bisa minggu depan tapi kemungkinan di kediaman Bu Putri," kata Edwin, Selasa (2/8/2022) dikutip dari Tribunnews.com.
Sebab, menurut Edwin, pertemuan langsung dengan Putri Candrawathi sangat penting dilakukan karena LPSK memerlukan pengecekkan sendiri terhadap yang bersangkutan.
"Jadi kami tetap meminta untuk bertemu langsung, melakukan pemeriksaan langsung secara psikologis kepada ibu Putri."
"Dan itu sudah disepakati dan tinggal LPSK menentukan waktunya untuk dilakukan pemeriksaan terhadap ibu Putri," kata Edwin.
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam acara bertajuk Restitusi VS Kompensasi Bagi Korban Kekerasan Seksual yang digelar LPSK secara daring dan luring pada Rabu (23/2/2022).
Putri Kabarnya Masih Syok
Psikolog klinis Ratih Ibrahim, dokter yang memeriksa kondisi psikologis Putri Candrawathi, membeberkan kondisi terkini kliennya,
Kata Ratih, saat ini kondisi Putri Candrawathi masih tidak stabil dan masih terguncang.
"Kondisinya (bu Putri) masih syok," kata Ratih, Senin (1/8/2022) dikutip dari Tribunnews.com.
Untuk itu, lanjut Ratih, hingga saat ini Putri Candrawathi masih belum bisa bertemu dengan orang lain.
Hal itu yang menjadi salah satu dasar Putri tidak bisa hadir dalam panggilan pemeriksaan kedua di LPSK yang sebelumnya dijadwalkan pada Senin (1/8/2022) lalu.
"Belum bisa, belum bisa bertemu orang dulu," kata Ratih.
Titik Tumpu pada Putri Candrawathi
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut saat ini pihaknya belum bisa mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi.