Brigadir J
Update Kasus Brigadir J: Masih Misteri, Kondisi Bharada E hingga Perlawanan Kubu Ferdy Sambo
Drama kasus Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J masih diliputi misteri. Perkembangan terbaru, kondisi Bharada E baik-baik saja.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Drama kasus Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J masih diliputi misteri. Perkembangan terbaru, kondisi Bharada E baik-baik saja.
Informasi terbaru lainnya, kubu Irjen Ferdy Sambo melalui tim kuasa hukum mulai melakukan perlawanan lantaran kleinnya terus dipojokkan dengan berbagai asumsi dan 'analisis liar'.
Termasuk isu ancaman terhadap Brigadir J oleh 'skuad lama' yang dibeberkan kekasih sang brigadir, Vera Simanjuntak. Sosok yang sempat misterius itu diduga adalah Brigadir D. Rekan kerja Brigadir J itu pun mengaku tidak mungkin mengancam almarhum.
Bharada E telah menjalani asesmen di kantor Lembaga Saksi dan Korban (LPSK), Jakarta Timur, Jumat 29 Juli 2022.
Baca juga: Drama 7 Jam Magelang-Duren III Brigadir J: Komnas HAM Dalami Jejak Ferdy Sambo
Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dari pemeriksaan itu, Bharada E mengaku tidak mendapatkan ancaman dan tekanan dari pihak-pihak tertentu.
“Dia enggak menyampaikan (ada tekanan). Kami tanyakan, tapi dia bilang baik-baik saja,” sebut Hasto pada Kompas.com, Sabtu (30/7/2022) malam.
Bharada E diduga terlibat tembak menembak dengan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, 8 Juli 2022.
Peristiwa itu diklaim pihak kepolisian menjadi penyebab tewasnya Brigadir J. Lebih lanjut Hasto menyampaikan, LPSK juga melakukan pemeriksaan psikologi pada Bharada E.
“Apakah yang diperlukan layanan psikologis atau bukan. Ini masih menunggu reportnya psikolog ya,” katanya.
Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Sosok Misterius di Skuad Lama Ferdy Sambo, Komnas HAM Incar Saksi Kunci
Hasto mengungkapkan, Bharada E mengaku terlibat tembak menembak dengan Brigadir J seperti yang selama ini diungkap oleh pihak kepolisian dan Komnas HAM.
Terakhir Hasto menegaskan pihaknya belum memutuskan untuk memberi perlindungan pada Bharada E.
Ia menjelaskan, masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum LPSK memutuskan memberi perlindungan.
Pemeriksaan itu termasuk mengumpulkan data dari berbagai pihak yang terlibat dalam proses penanganan perkara. “Ada (koordinasi) ke Komnas HAM, Kompolnas, ya kira-kira pihak yang ada relevansinya dengan perkara inilah,” papar Hasto.
Beberapa syarat yang mesti terpenuhi agar seseorang dapat mendapat perlindungan dari LPSK:
- Berstatus sebagai saksi, korban, atau keduanya sekaligus
- Keterangannya punya signifikansi yang tinggi terhadap proses peradilan
- Dalam keadaan ancaman atau tidak
- Apakah permohonan diajukan dengan itikad baik atau tidak
Baca juga: Jejak Digital Kasus Brigadir J: Misteri 70 Menit di Dua Rumah Ferdy Sambo, Napoleon: Jujur Saja
Istri Ferdy Sambo Terus Menangis
LPSK juga mengakabar kondisi istri Irjen Ferdy Sambo terpukul. Dia terus menangis saat ditemui usai insiden baku tembak.
Wakil Ketua LPSK Susilaningtias bertemu dengan istri Irjen Ferdy Sambo dua hari berselang peristiwa baku tembak, yakni pada Sabtu 16 Juli 2022.
Pihak Irjen Ferdy Sambo mengajukan permohonan perlindungan pada 14 Juli 2022. Saat itu ibunya masih belum bisa ngobrol, hanya menangis.
Susilaningtias datang ke rumah pemohon. Ada Irjen Ferdy Sambo menemani istrinya. Ada juga anak pertama, kuasa hukum dan juga ibu dari Ferdy Sambo.
LPSK telah menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk asesmen istri Ferdy Sambo.
Polisi menyebut baku tembak diawali dugaan pelecehan oleh Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Brigadir J merupakan personel kepolisian yang ditugaskan sebagai sopir istri Ferdy Sambo.
Tanggapi Ancaman 'Skuad Lama'
Kubu Irjen Ferdy Sambo buka suara soal tudingan ancaman 'skuad lama'.
Pengacara keluarga Ferdy Sambo Arman Hanis menjelaskan berdasarkan berita yang didapatnya, yang disebut-sebut 'skuad lama' yang mengancam adalah ajudan Ferdy Sambo lainnya, Brigadir D.
Arman mengatakan Brigadir D merupakan teman Brigadir J. Brigadir D tidak mungkin berani mengancam almrhum. Brigadir J merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo yang paling dipercaya.
Pengacara Brigadir J mengungkap adanya rencana pembunuhan terhadap Brigadir J.
Dia menyebut ancaman pembunuhan itu datang dari 'skuad lama'.
Pada Juni Brigadir J diancam untuk dibunuh. Terakhir (mendapatkan ancaman pembunuhan) 7 Juli 2022 atau sehari sebelum meninggal dunia.
Kamaruddin mengatakan Brigadir J bercerita kepada pacarnya, Vera Simanjuntak, mendapatkan ancaman dari 'skuad lama'.
Dia mengatakan komunikasi Brigadir J yang dilakukan beberapa kali membuat sang pacar dapat menangkap 'skuad lama' yang dimaksud Brigadir J.
Ancaman pembunuhan yang diterima Brigadir J pada Kamis 7 Juli 2022 terjadi lewat WhatsApp dan chatting ponsel.
Baca juga: Rekaman 20 CCTV Mulai Ungkap Tabir Kasus Brigadir J: Jejak di Keramat Jati dan Duren Tiga
Drama Glock Bharada E Vs HS-9 Brigadir J
Kasus polisi tembak polisi di kediaman Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Mabes Polri, Irjen Ferdy Sambo, masih menjadi misteri.
Insiden yang terjadi pada Jumat (8/7/2022) itu melibatkan dua orang dekat Ferdy Sambo, Brigadir J dan Bharada E.
Keduanya terlibat aksi saling tembak, diduga berangkat dari pelecehan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo.
Brigadir J menggunakan senjata api pistol jenis HS dengan magasin berisi 16 peluru, sementara Bharada E memakai pistol Glock dengan magasin berisi 17 peluru.
Menurut polisi, sebanyak 7 peluru dilepaskan Brigadir J, tetapi tak satu pun mengenai Bharada E. Lalu, 5 peluru dimuntahkan Bharada E dan mengenai tubuh Brigadir J.
Peristiwa yang baru diungkap pihak kepolisian pada Senin (11/7/2022) itu menewaskan Brigadir J.
Lantas, seperti apa spesifikasi senjata yang diduga digunakan Brigadir J dan Bharada E dalam insiden maut tersebut?
Pitol HS-9
Mengutip laman hs-produkt.hr, HS-9 merupakan senjata genggam semi otomatis. Pistol ini dibuat oleh HS Produkt, Kroasia.
Dilansir dari Tribunnews.com, pabrikan HS Produkt merancang pistol HS-9 dengan standar keamanan yang tinggi bagi pengguna dan orang di sekitarnya, karena dilengkapi dengan sejumlah fitur seperti:
Firing pin status indicator Penembak dapat memeriksa status pin indikator dengan melihat atau menyentuh untuk memverifikasi pin indikator.
Jika pin indikator dalam kondisi menonjol, menunjukkan bahwa sistem pemukul proyektil sudah aktif dan siap di picu dengan menarik pelatuk (trigger) untuk melakukan tembakan.
The loaded chamber indicator Load chamber indicator memungkinkan penembak untuk memverifikasi, baik secara visual maupun dengan sentuhan, bahwa ada putaran di dalam chamber (ruang) amunisi pistol.
Trigger safety system Senjata HS-9 dilengkapi dengan trigger safety system yang mengombinasikan sistem keamanan pada picu penarik pelatuk (trigger) untuk memicu terjadinya penembakan. Sehingga, meski senjata terjatuh dan terlempar, tidak akan memicu terjadinya ledakan amunisi dalam chamber.
Grip safety HS-9 diperkuat dengan standar keamanan grip safety yang merupakan sistem mekanis kunci pada lekukan atas grip pistol. Tembakan dapat dilepaskan jika secara bersamaan grip safety dan trigger ditekan.
Grip (pegangan) pistol didesain ergonomis menggunakan bahan polimer yang dapat beradaptasi dengan lingkungan ekstrem, suhu panas, dan antikarat.
Kemudian pistol Glock 17
Merujuk laman us.glock.com, Glock 17 dirancang untuk para profesional. Senjata ini banyak digunakan oleh petugas penegak hukum dan personel militer di berbagai dunia.
Dengan kapasitas magasin optimal 17 peluru dan bobotnya yang rendah, Glock mengeklaim keandalannya tak tertandingi. Glock dirancang dengan sistem pemicu "safe action" yang khas, sehingga, selain mudah dan cepat, senjata ini juga diklaim aman, persis seperti yang dibutuhkan dalam situasi kritis.
Berikut spesifikasi lengkap Glock 17:
Kaliber: 9x19 mm
Sistem: safe action
Kapasitas magasin: standar 17, opsional 19/24/31/33
Panjang barel: 114 mm atau 4,49 inci
Tarik pemicu: 28 N
Bobot Tanpa magasin: 625 gram atau 22,05 ons
Magasin kosong: 705 gram atau 24,87 ons
Magasin terisi: 915 gram atau 32,28 ons
Dimensi Panjang keseluruhan: 204 mm atau 8,03 inci
Panjang sisi: 186 mm atau 7.32 inci
Lebar keseluruhan: 32 mm atau 1,26 inci
Lebar sisi: 25,5 mm atau 1,0 inci
Tinggi termasuk magasin: 139 mm atau 5,47 inci
Garis penglihatan (polimer): 165 mm atau 6,50 inci
Garis penglihatan (baja): 164 mm atau 6,46 inci
Garis penglihatan (GNS): 163 mm atau 6,42 inci
Jarak pemicu: 72 mm atau 2,83 inci
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Glock Bharada E Vs HS-9 Brigadir J, Dua Senjata dalam Insiden Polisi Tembak Polisi"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/310722-Brigadir-J.jpg)