Brigadir J
Update Kasus Brigadir J: Sosok Misterius di 'Skuad Lama' Ferdy Sambo, Komnas HAM Incar Saksi Kunci
Perlahan tapi pasti, misteri kasus Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terkuak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/300722-sosok-misterius.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Perlahan tapi pasti, misteri kasus Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terkuak. Ada cerita sosok misterius di 'skuad lama'.
Terbaru, tim pengacara Keluarga Brigadir J, mendalami siap saja 'skuad lama' seperti pengakuan kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak. Sosok misterius itu bisa jadi saksi kunci.
Brigadir J sempat 'curhat' sambil menangis kepada kekasihnya, bahkan dia akan segera dihabisi atau dibunuhi. Dalam curahan hati Brigadir J dengan sang kekasih, sempat muncul kalimat 'skuad lama'.
Pengacara Brigadir J menyebut ada skuad yang 'kurang ajar' dalam formasi ajudan Irjen Sambo. Koordinator pengacara, Kamaruddin Simanjuntak, menyampaikan itu dalam unggahannya di Facebook.
Menurut Kamaruddin, istilah skuad 'kurang ajar' tersebut dikatakan ketika Brigadir J melakukan panggilan video call bersama kekasihnya, Vera Simanjuntak seminggu sebelum kematian Yosua pada Jumat 8 Juli 2022.
Dalam pembicaraan Brigadir J dan kekasihnya Vera, muncul istilah 'skuad lama'. Ketika Brigadir J cerita diancam, Vera menanyakan skuad lama atau skuad baru.
Tim Kuasa Hukum Brigadir J mengatakan pihaknya masih mencari tahu terkait sosok skuad lama yang diduga terlibat dalam kasus kematian Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Menurut informasi yang mereka terima, Brigadir J menyampaikan rencana pembunuhan terhadap dirinya terungkap sejak Juni 2022. Brigadir J menyampaikan hal ini kepada sang kekasih, Vera.
Enam ajudan Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo yang memenuhi panggilan Komnas HAM pada Selasa (26/7/2022), diperiksa secara terpisah di ruangan yang berbeda.
Komisioner bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam menyebutkan, pemeriksaan terpisah ini dilakukan demi menggali kekayaan informasi terkait kasus penembakan Brigadir J.
Ia mengatakan, para ajudan diberikan pertanyaan yang sama, namun dikembangkan berdasarkan kekhususan masing-masing ajudan.
"Memang ada kekhususan masing-masing orang dalam struktur peristiwa yang menurut catatan kami punya kontribusi sendiri-sendiri," ujar Anam kepada wartawan, Selasa malam selepas pemeriksaan.
"Misalnya, Bharada E kontribusinya apa, dalam struktur peristiwa, kami tanya soal itu. Berbeda dengan ajudan lain yang memiliki kontribusi lain," jelasnya.
Para ajudan bahkan diminta untuk menggambarkan posisi-posisi saat peristiwa penembakan terjadi dan menilai perilaku keseharian satu sama lain.
Komnas HAM juga mendalami kepada masing-masing ajudan situasi sebelum Brigadir J tewas. Keterangan masing-masing ajudan penting untuk dicocokkan dan membangun rangkaian peristiwa.