Brigadir J
Drama 7 Jam Magelang-Duren III Brigadir J: Komnas HAM Dalami Jejak Ferdy Sambo
Kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) menyisahkan teka-taki! Drama 7 jam dari Magelang hingga Duren III, diwarnai misteri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/300722-Brigadir-J-30.jpg)
“Kami akan konfirmasi ini semua termasuk misalnya bagaimana PCR Pak Sambo, nanti akan kami konfirmasi ketika kami memeriksa Pak Sambo,” sebut Anam dalam video keterangannya, Sabtu (30/7/2022).
Anam mengungkapkan ada dugaan Ferdy tidak bersama dengan rombongan yang melakukan tes PCR bersama di kediaman pribadinya.
Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Pacar Diperiksa hingga Transkrip Percakapan Terakhir di WA
“Kami memang mendapatkan informasi bahwa Pak Sambo tidak berada dalam rombongan tersebut, tapi ini informasi yang sifatnya dari satu pihak,” tuturnya.
Maka, lanjut dia, keterangan tersebut masih butuh didalami dengan data dan keterangan lain.
“Agar terang peristiwa, ketika kita ngomong A, ada pembandingnya, ada indikator benar dan salah,” katanya.
Anam menyampaikan, pihaknya masih perlu mengumpulkan informasi terkait penyelidikan tewasnya Brigadir J.
Pekan depan, salah satu agendanya adalah memeriksa orang-orang dekat Ferdy dan Putri.
“Setelah itu kami akan mengecek soal balistik, soal DNA dan soal-soal yang diperlukan untuk membuat terangnya peristiwa,” tandasnya.
Diketahui kasus polisi tembak polisi ini menjadi sorotan publik beberapa pekan belakangan. Saat ini proses pengungkapan perkara masih terus berlangsung.
Salah satunya adalah otopsi ulang jenazah Brigadir J yang sudah dilakukan Rabu (27/7/2022).
Tim dokter forensik menjelaskan, hasil otopsi akan selesai dalam waktu 4 sampai 8 pekan.
Sedangkan di internal kepolisian, Polda Metro Jaya masih menyelidiki dugaan pelecehan seksual pada Putri yang diduga dilakukan Brigadir J yang disebut menjadi pemicu insiden ini.
Kemudian laporan dugaan pembunuhan berencana yang diajukan oleh keluarga Brigadir J telah sampai ke tahap penyidikan oleh pihak Bareskrim Mabes Polri.
Presiden Joko Widodo pun turut menyoroti perkara ini. Dalam dua kali kesempatan, Jokowi meminta proses pengungkapan perkara dilakukan secara terbuka.
Anam mengungkapkan, Komnas HAM juga akan memeriksa orang-orang dekat Irjen Ferdy Sambo.
Anam menegaskan, Komnas HAM juga akan memanggil istri Sambo, Putri Candrawati. Proses itu merupakan tahap lanjutan penyelidikan terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.
Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Jejak Ancaman Pembunuhan hingga Prarekonstruksi Pelecehan
“Berikutnya penambahan keterangan ADC (aide de camp atau ajudan) yang belum datang karena ada di luar kota, sama orang seputaran Ferdy Sambo dan Bu Putri,” tutur Anam dalam video keterangannya, Sabtu (30/7/2022).
Selain itu, lanjut Anam, pihaknya masih mendalami penyelidikan soal data cyber dan digital forensik.
“Setelah itu kami akan mengecek soal balistik, soal DNA dan soal-soal yang diperlukan untuk membuat terangnya peristiwa,” paparnya.
Digital Forensik
Barang bukti penting untuk diungkap dalam kasus kematian Brigadir J adalah jejak digital yang bisa diperoleh dari CCTV serta data percakapan telepon genggam Brigadir J.
Ahli digital forensik, Ruby Alamsyah menjelaskan jejak digital yang sudah dihapus dapat dikembalikan dengan mudah untuk mengungkap kasus ini.
"Dengan teknik forensik digital, proses recovery itu akan sangat mudah dilakukan terhadap data-data apapun yang dihapus," jelasnya.
Lebih lanjut, Ruby menjelaskan peretasan terhadap ponsel Brigadir J dapat dibuktikan dengan mudah melalui mobile forensic analysis. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komnas HAM Dalami Keberadaan Ferdy Sambo Saat Brigadir J Meninggal"