Sabtu, 7 Maret 2026

Brigadir J

Drama 7 Jam Magelang-Duren III Brigadir J: Komnas HAM Dalami Jejak Ferdy Sambo

Kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) menyisahkan teka-taki! Drama 7 jam dari Magelang hingga Duren III, diwarnai misteri.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Drama 7 Jam Magelang-Duren III Brigadir J: Komnas HAM Dalami Jejak Ferdy Sambo
Kolase TribunGorontalo.com
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, foto Brigadir J dan CCTV. Kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisahkan teka-taki! Drama 7 jam dari Magelang hingga Duren III, masih diwarna beberapa misteri. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisahkan teka-taki! Drama 7 jam dari Magelang hingga Duren III, masih diwarna beberapa misteri.

Kabar terbaru, Komnas HAM mendalami keberadaan Irjen Ferdy Sambo. Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo tidak terlihat (luput) dalam rekaman CCTV drama 7 jam Magelang-Duren III.

Potongan peristiwa sebelum terjadinya baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo ini diungkap Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Sosok Misterius di Skuad Lama Ferdy Sambo, Komnas HAM Incar Saksi Kunci

Komnas HAM sudah melihat rekaman 20 buah CCTV dari 27 titik yang menggambarkan peristiwa sebelumnya terjadi baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Berikut rangkaian kejadian penting dari Magelang ke Duren III, Jakarta Selatan yang terekam CCTV:

Pukul 10.00 (WIB)

Istri Irjen Ferdy Sambo bersama rombongan berangkat dari Magelang ke Jakarta.

Rombongan menumpang dua mobil dikawal satu mobil patwal. Dalam rombongan ada Bharada E dan Brigadir J.

Pukul 15.29

Irjen Ferdy Sambo tiba di rumah pribadi di Jalan Saguling, Jakarta Selatan. Dari Yogyakarta dia naik pesawat.

Pukul 15.40

Rombongan istri Ferdy Sambo tiba di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.

Ada Bharada E, Brigadir J, ada asisten rumah tangga, dan ada 2 lagi stafnya termasuk ADC senior.

Pukul 15.43

Istri Ferdy Sambo, ajudan, asisten rumah tangga, termasuk Bharada E dan Brigadir J terlihat melakukan tes Polimerase Chain Reaction atau PCR.

Ferdy Sambo tidak terlihat ikut melakukan PCR. Informasi dia tetap berada di kamar. (Ferdy Sambo duluan melakukan tes PCR).

Baca juga: Jejak Digital Kasus Brigadir J: Misteri 70 Menit di Dua Rumah Ferdy Sambo, Napoleon: Jujur Saja

Pukul 15.50

Brigadir J terlihat terakhir kali di rumah utama Irjen Ferdy Sambo.

Pukul 16.07

Istri Ferdy Sambo dan rombongan kecuali asisten rumah tangga pergi ke rumah dinas di Duren Tiga, tempat kejadian perkara (TKP).

Pukul 16.12

Ferdy Sambo meninggalkan rumah pribadi. Arah tidak menuju rumah dinas bersama ADC yang sama dengan motor patwal yang sama.

Baru berapa menit berjalan, kelihatan motor patwal berhenti, mobil berhenti.

(kata penyidik, itu karena ada telepon dari ibu ke Pak Ferdy yang menjelaskan ada masalah ini)

Mobil Irjen Ferdy Sambo berusaha berbalik. Begitu pun motor patwal namun kesulitan karena jalan yang sempit. Ferdy Sambo berlari ke rumah dinas.

Baca juga: Rekaman 20 CCTV Mulai Ungkap Tabir Kasus Brigadir J: Jejak di Keramat Jati dan Duren Tiga

Pukul 17.00

Penyidik mengatakan Brigadir J meninggal dunia

Pukul 17.10

Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo) terlihat juga berada di rumah dinas Duren III.

Pukul 17.50

Brigadir J masih belum terlihat lagi dari rekaman CCTV.

Jejak elektronik percakapan Brigadir J dan kekasihnya Vera:

Pukul 16.31

Beberapa menit sebelum peristiwa baku tembak terjadi (sebelum 17.00), Brigadir J sempat menelepon kekasihnya Vera.

Diperkirakan masih di rumah pribadi (suara ramai), setelah itu baru bergerak ke rumah dinas.

Pukul 16.43

Brigadir J dan kekasihnya Vera sempat berkomunikasi. Saling mengabarkan kabar.

Komnas HAM masih kesulitan mengungkap peristiwa yang terjadi di dalam rumah dinas karena CCTV di rumah tidak berfungsi.

Diketahui bahwa rumah utama Irjen Ferdy Sambo hanya berjarak 500 meter dari rumah dinas di Duren III lokasi terjadinya baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Baca juga: Info Terbaru Kasus Brigadir J: Cerita Kekasihnya hingga Pendalaman Komnas HAM

Komnas HAM Dalami Keberadaan Ferdy Sambo

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menuturkan, Komnas HAM mendapat temuan yang harus diklarifikasi terkait kasus kematian Brigadir J.

Temuan itu adalah tidak tampaknya Irjen Ferdy Sambo di rekaman CCTV saat keluarga dan ajudan melakukan tes PCR sepulangnya dari Magelang ke Jakarta.

Menurt Anam, Brigadir J, istri Sambo Putri Candrawati, dan Bharada E tampak menjalai tes di kediaman pribadi Sambo.
Seperti diketahui, Brigadir J adalah polisi yang meninggal dengan luka tembak di rumah dinas Sambo, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) nonaktif Polri.

Rumah dinas Sambo terletak tak jauh dari rumah pribadi. Brigadir J, menurut keterangan kepolisian, meninggal setelah baku tembak dengan Bharada E.

Saling tembak itu dipicu dugaan pelecehan Brigadir J terhadap istri Sambo.

“Kami akan konfirmasi ini semua termasuk misalnya bagaimana PCR Pak Sambo, nanti akan kami konfirmasi ketika kami memeriksa Pak Sambo,” sebut Anam dalam video keterangannya, Sabtu (30/7/2022).

Anam mengungkapkan ada dugaan Ferdy tidak bersama dengan rombongan yang melakukan tes PCR bersama di kediaman pribadinya.

Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Pacar Diperiksa hingga Transkrip Percakapan Terakhir di WA

“Kami memang mendapatkan informasi bahwa Pak Sambo tidak berada dalam rombongan tersebut, tapi ini informasi yang sifatnya dari satu pihak,” tuturnya.

Maka, lanjut dia, keterangan tersebut masih butuh didalami dengan data dan keterangan lain.

“Agar terang peristiwa, ketika kita ngomong A, ada pembandingnya, ada indikator benar dan salah,” katanya.
Anam menyampaikan, pihaknya masih perlu mengumpulkan informasi terkait penyelidikan tewasnya Brigadir J.

Pekan depan, salah satu agendanya adalah memeriksa orang-orang dekat Ferdy dan Putri.

“Setelah itu kami akan mengecek soal balistik, soal DNA dan soal-soal yang diperlukan untuk membuat terangnya peristiwa,” tandasnya.

Diketahui kasus polisi tembak polisi ini menjadi sorotan publik beberapa pekan belakangan. Saat ini proses pengungkapan perkara masih terus berlangsung.

Salah satunya adalah otopsi ulang jenazah Brigadir J yang sudah dilakukan Rabu (27/7/2022).

Tim dokter forensik menjelaskan, hasil otopsi akan selesai dalam waktu 4 sampai 8 pekan.

Sedangkan di internal kepolisian, Polda Metro Jaya masih menyelidiki dugaan pelecehan seksual pada Putri yang diduga dilakukan Brigadir J yang disebut menjadi pemicu insiden ini.

Kemudian laporan dugaan pembunuhan berencana yang diajukan oleh keluarga Brigadir J telah sampai ke tahap penyidikan oleh pihak Bareskrim Mabes Polri.

Presiden Joko Widodo pun turut menyoroti perkara ini. Dalam dua kali kesempatan, Jokowi meminta proses pengungkapan perkara dilakukan secara terbuka.

Anam mengungkapkan, Komnas HAM juga akan memeriksa orang-orang dekat Irjen Ferdy Sambo.

Anam menegaskan, Komnas HAM juga akan memanggil istri Sambo, Putri Candrawati. Proses itu merupakan tahap lanjutan penyelidikan terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Jejak Ancaman Pembunuhan hingga Prarekonstruksi Pelecehan

“Berikutnya penambahan keterangan ADC (aide de camp atau ajudan) yang belum datang karena ada di luar kota, sama orang seputaran Ferdy Sambo dan Bu Putri,” tutur Anam dalam video keterangannya, Sabtu (30/7/2022).

Selain itu, lanjut Anam, pihaknya masih mendalami penyelidikan soal data cyber dan digital forensik.

“Setelah itu kami akan mengecek soal balistik, soal DNA dan soal-soal yang diperlukan untuk membuat terangnya peristiwa,” paparnya.

Digital Forensik

Barang bukti penting untuk diungkap dalam kasus kematian Brigadir J adalah jejak digital yang bisa diperoleh dari CCTV serta data percakapan telepon genggam Brigadir J.

Ahli digital forensik, Ruby Alamsyah menjelaskan jejak digital yang sudah dihapus dapat dikembalikan dengan mudah untuk mengungkap kasus ini.

"Dengan teknik forensik digital, proses recovery itu akan sangat mudah dilakukan terhadap data-data apapun yang dihapus," jelasnya.

Lebih lanjut, Ruby menjelaskan peretasan terhadap ponsel Brigadir J dapat dibuktikan dengan mudah melalui mobile forensic analysis. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komnas HAM Dalami Keberadaan Ferdy Sambo Saat Brigadir J Meninggal"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved