Jumat, 6 Maret 2026

Pemilu 2024

Anomali Pemilu-Pilpres 2024: Elektabilitas Airlangga Meroket, Golkar Malahan Turun

Anomali Pemilu dan Pilpres 2024. Elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meroket, keterpilihan Golkar malah turun.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Anomali Pemilu-Pilpres 2024: Elektabilitas Airlangga Meroket, Golkar Malahan Turun
Kolase TribunGorontalo.com
Airlangga Hartarto dan bendera Partai Golkar. Anomali Pemilu dan Pilpres 2024. Elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meroket, keterpilihan Golkar malah turun. 

Survei dengan 1.225 responden tersebut mempertanyakan "Siapakah yang menjadi presiden 2024 menggantikan Joko Widodo?" hasilnya adalah Ganjar Pranowo 25,69 persen, Anies Baswedan 19,18 persen, Prabowo Subianto 11,18 persen, Ridwan Kamil 7,18 persen, dan Airlangga Hartarto 3,59 persen.

Melesatnya posisi elektabilitas Airlangga, menurut Robi, bukan tanpa kritik.

Indometer misalnya, meski merilis hasil survey yang positif, tapi juga melihat sisi negatif dari potensi merosotnya perolehan Partai Golkar pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 ke depan.

"Saya kira wajar saja adanya anomali politik seperti itu. Melesatnya figur tidak berkorelasi ke partai. Tapi hal itu hanya soal kemampuan menciptakan coattail effect," tambahnya.

Robi menyatakan, banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam keterpilihan seseorang sebagai presiden.

"Pak Airlangga lebih dekat kemungkinannya punya tiket nyapres melalui Koalisi Indonesia Bersatu. Soal ranking elektabilitas, itu soal cair. Survei LSI Denny JA menempatkan Airlangga Hartarto pada peringkat ke-6 dengan capaian 4,5 persen. Lalu survei ARSC merilis posisi ke-5 tapi capaiannya 3,59 persen. Itu artinya, peralihan suara pemilih bisa terjadi kapan saja," ungkap lulusan Center for History, Politic and Strategy UKM Malaysia tersebut.

Robi tidak menampik atas adanya kritikan masyarakat terhadap lembaga survei yang partisan.

"Ya, semua kemungkinan bisa terjadi. Tapi kita juga harus bijak dalam menilai. Misalnya, lihat indikator terkait penggunaan multistage random sampling, margin of error sebesar yang rata-rata di angka 2 persen, dan tingkat kepercayaan pada angka 95 persen. Kalau itu juga diragukan, masalahnya bisa pada integritas lembaga survey atau muatan kepentingan si pembaca survei." (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kenaikan Elektabilitas Airlangga Hartarto Mulai Disorot, Akademisi: Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilpres

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved