PKS Gorontalo

Dukung Salim Segaf, PKS Gorontalo Tanggapi Duet Anies-AHY di Pilpres

PKS Gorontalo menyerahkan wacana duet Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Majelis Syuro Partai yang diketuai Salim Segaf.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. PKS Provinsi Gorontalo menyerahkan wacana duet Anies-AHY kepada Majelis Syuro Partai. 

Cawapres: Muhaimin Iskandar

1) Partai Gerindra: 78 kursi

2) PKB 58 kursi

Subtotal: 136 kursi

23,65 persen

Kursi PDIP di DPR RI

Koalisi terakhir dari PDIP. Partai satu-satunya yang lolos presidential threshold (ambang batas mengusung presiden) 20 persen ini menjadikan Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. PDIP sedang mencari mitra koalisi untuk Pilpres 2024.

Capres: Puan Maharani

Cawapres: Ganjar Pranowo (bisa sebaliknya)

1. PDI-P: 128 kursi

22,6 persen

Kemudian koalisi terakhir yang menguat adalah kerja sama Nasdem-PKS-Demokrat yang menjagokan Anies-AHY.

Nasdem Dinilai Akan Untung

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah berpandangan, wacana duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan menguntungkan Partai Nasdem.

Apalagi, Nasdem belakangan juga mewacanakan untuk mendukung Anies sebagai salah satu bakal calon presiden (capres).

"Nasdem akan lebih diuntungkan dengan usung Anies. Bagaimanapun, Anies membawa gerbong elektabilitas personal yang bisa menambah daya ungkit elektabilitas Nasdem," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/7/2022).

Dedi menyampaikan, elektabilitas Nasdem akan meningkat jika mendukung Anies. Ia menilai, Nasdem tak lantas kehilangan suara jika mendukung Anies.

"Propaganda yang menyebut Nasdem akan kehilangan suara jika usung Anies ini murni perang opini, karena kelompok yang anti Anies dalam catatan survei IPO tidak berada di Nasdem, sehingga Nasdem semestinya tidak risau," ujar dia.

Pengamat politik dari Universitas Telkom ini menilai, Nasdem akan untung jika mengusung Anies karena Gubernur DKI itu memiliki pemikiran yang sejalan dengan prinsip restorasi Nasdem.

"Anies selama ini dikenal sebagai tokoh politik muslim terbuka, bahkan pemikiran Anies sejalan dengan semangat restorasi Nasdem," kata dia.

Selain itu, kata dia, elektabilitas AHY tak bisa disepelekan. Setidaknya, elektabilitas AHY mampu bersaing jika disandingkan dengan ketua umum partai lain.

"AHY tidak dapat disebut berelektabilitas rendah, dalam survei IPO dan beberapa lembaga bereputasi, AHY miliki elektabilitas ketua umum tertinggi setelah Prabowo Subianto. Meninggalkan 7 ketua umum lainnya," ujar dia.

Wacana duet Anies-AHY muncul pada simulasi lembaga survei Indopol yang dirilis pada Jumat (15/7/2022).

Indopol melakukan simulasi dengan asumsi empat poros yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Poros pertama diisi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sendirian.

Kemudian, poros kedua diisi oleh Partai Gerindra dan PKB.

Selanjutnya poros ketiga yaitu Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS.

Terakhir, poros keempat adalah KIB (Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar-PPP dan PAN.

Dari simulasi itu, muncul pasangan calon (Paslon) Anies Baswedan dan AHY dari poros Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS, yang menempati posisi teratas dibandingkan lainnya.

"Pasangan Anies dan AHY menempati posisi yang teratas dengan 34,72 persen. Meskipun kemudian yang belum menjawab masih banyak yaitu 36,50 persen," kata Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto dalam tayangan YouTube, Jumat. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved