Polisi Amankan Pasutri Gorontalo yang Menjual Obat Batuk Tanpa Izin

Pasutri Gorontalo itu yakni FI (28) warga Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo dan suaminya (FA) warga Desa Bukit Tinggi, Kecamatan

TribunGorontalo.com
Pasutri yang diduga memasarkan obat batuk tanpa izin. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pasangan suami istri (pasutri) di Gorontalo yang menjual obat batuk tanpa izin. 

Pasutri Gorontalo itu yakni FI (28) warga Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo dan suaminya (FA) warga Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Dari keterangan kepolisian Gorontalo, obat batuk tersebut bermerek IFARSYL, produksi PT IFARS di Solo, Indonesia. 

Setelah proses penyelidikan dan penyidikan pasangan, pasutri di Gorontalo ini resmi ditahan di ruang tahanan Polres Gorontalo Kota sejak Senin (11/7/2022) kemarin. 

Kasat Narkoba Polres Kota Gorontalo, Iptu Mahyudin Popoy menjelaskan, pihaknya mengamankan FI di Kelurahan Molosipat W,  Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap FI, polisi menemukan satu paket kardus berisi 300 strip IFARSYL.

Jika dihitung seluruhnya, berjumlah tiga ribu butir. 

“Dari keterangan pelaku FI, tiga ribu butir obat-obatan tersebut miliknya dan FA yang siap dipasarkan,” tutur Iptu Mahyudin.

Menurut Mahyudin, perbuatan pasutri Gorontalo itu bisa mengakibatkan keduanya dipenjara hingga 15 tahun.

IFARSYL adalah obat untuk meredakan batuk  yang disebabkan oleh alergi. Setiap kaplet obat ini mengandung guaifenesin, dextromethorphan HBr, dan juga chlorpheniramine maleate.

Guaifenesin digunakan untuk meluruhkan dahak dan mengencerkan lendir di saluran napas. 

Sementara itu, chlorpheniramine maleate dapat menangani gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria.

Lalu dextromethorphan, berfungsi sebagai antitusif atau untuk meredakan gejala batuk. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved