Sabtu, 14 Maret 2026

Nenek Gorontalo Meninggal Dianiaya

Tetangga Penganiaya Nenek Gorontalo yang Meninggal: Nenek Fatma Teriak Mau Mati

Yulan Dango (26), tetangga nenek Fatma Tuna (71) mengaku sempat dengar teriakan korban mau mati.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Tetangga Penganiaya Nenek Gorontalo yang Meninggal: Nenek Fatma Teriak Mau Mati
TribunGorontalo.com/ronald rampi
Yulan Dango (kiri), tetangga almarhumah di Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato. Dia pernah mendengar teriakan alharmumah mau mati. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa - Yulan Dango (26), tetangga SY (60) atau mantu dari nenek Fatma Tuna (71), mengaku sempat dengar teriakan korban mau mati. Fatma meninggal dunia diduga dianiaya menantu SY (60).

Nahas warga Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo saat tinggal bersama anaknya Yunus Hasan dan SY. Oleh tetangga, korban dikenal baik dan suka bersosialisasi, sempat teriak mau mati.

Tapi Yulan tak tahu persis penyebab sampai nenek yang baik itu berteriak mau mati. Dia baru ketahui setelah beredar video viral dugaan penganiayaan terhadap Fatma oleh menantunya.

Kejadian itu menyita perhatian banyak pihak. Terlebih pasca beredarnya sebuah video siaran langsung yang menunjukan kondisi nenek Fatma yang sangat memprihatinkan.

Nenek Fatma diduga disiksa oleh sang menantu SY (60), warga Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato.

Hal ini terungkap dari video siaran langsung yang disiarkan oleh sang menantu melalui akun facebook pribadinya pada akhir pekan yang lalu. Video tersebut kini telah dihapus oleh sang menantu.

Yulan, warga Desa Buntulia Barat yang tidak lain merupakan tetangga dari anak almarhumah mengungkapkan, begitu mengenal baik sosok pribadi dari anak menantu nenek Fatma.

"Keseharian ibu SY sangat baik. Suka menegur tetangga dan juga bergabung di acara-acara masyarakat," ungkap Yulan kepada TribunGorontalo.com, Rabu (29/6/2022).

Dia mengatakan, Yunus Hasan yang tidak lain adalah anak almarhumah merupakan seorang yang bekerja sebagai penambang.

"Kalau ka Chun, (sapaan akrab Yunus Hasan) biasanya pergi pagi pulang malam. Dia kerja di tambang," tambah Yulan. Sehingganya, sambung Yulan, almarhumah nenek Fatma kerap ditinggal bersama san menantu SY.

Yulan mengaku kerap beberapa kali mendengar suara nenek Fatma berteriak. Namun, dia tidak mengetahui jelas alasan nenek sering berteriak.

"Saya beberapa kali mendengar, nenek Fatma teriak, 'Ma mate wau, ma mate wau' (saya mau mati, saya mau mati)," tukas Yulan.

Ditanya soal video yang viral melalui siaran langsung, Yulan menyebut dirinya baru mengetahui beberapa jam setelah video itu disiarkan. Kala itu, dia bersama keluarganya sedang tidak berada di rumah.

"Saat itu kami sedang ke kebun. Nanti sudah mulai ramai (viral), baru kami tahu," tandasnya.

Empat Hari Kemudian Meninggal

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved