Nenek Gorontalo Meninggal Dianiaya
Nenek Tabulo Gorontalo Meninggal setelah 4 Hari Kejadian Disiksa Menantu
Empat hari setelah kejadian dugaan penyiksaan oleh menantu, Fatma Tuna (71), nenek asal Desa Tabulo, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo meninggal.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290622-oma-fatma.jpg)
Berikut pengakuan korban yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.
Fatma mengaku sering sering ditampar.
Dipukul pakai kayu pagar.
Malam sebelumnya dia sering ditendang.
Dia sering diberi makan.
Ssering disiram pakai air bekas cuci piring.
Dicubit sampai lebam.
Fatma mengaku kesakitan dan sering menangis.
Sebelumnya, viral video dugaan penganiyaan yang berujung maut nenek Fatma Tuna (70) asal Dusun Batu Merek, Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo lewat live Facebook menantunya, Jumat 24 Juni 2022.
Pada live FB viral itu, si menantu mengeluh terhadap mertuanya. Dia mengeluarkan kata-kata tak pantas terhadap korban Fatma Tuna asal Tabulo Mananggu. Perekaman aksi berujung maut di rumah menantu Desa Buntulia Barat, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Viral video dugaan penganiyaan berujung maut terhadap nenek Fatma Tuna asal Tabulo Gorontalo ramai ditanggapi warganet saat live FB. Mereka prihatin dengan kejadian itu.
Informasi yang diperoleh TribunGorontalo.com, korban diduga dianiaya menantu perempuan, Selasa (28/6/2022) pukul 22.00 Wita.
Dugaan kejadian penganiayaan sempat di-live Facebook oleh menantu beberapa hari sebelumnya. Korban Fatma Tuna asal Tabulo-Gorontalo yang penuh luka lebam kemudian diambil anak kandung untuk dirawat.
Pada Selasa malam, warga Tabulo-Gorontalo yang diduga jadi korban penganiyaan menantunya menghembuskan napas terakhir di rumah anaknya.
Polisi telah menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap Fatma Tuna. Jenazah Fatma Tuma telah di-visum et repertum untuk mengatahui penyebab luka lebam di sekujur tubuh.