Pilpres 2024
56,7 Persen Pendukung Prabowo-Sandi Nyatakan Keterbelahan (Polarisasi) Memburuk
Sebanyak 56,7 persen pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebutkan keterbelahan (polarisasi) masyarakat makin buruk.
Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290622-Prabowo-Sandi.jpg)
"Secara garis besar, mayoritas ini juga merasa khawatir ini akan berlanjut, itu sekitar 70 persen," kata Gianie.
Selanjutnya, apabila dilihat dari pendukung dua kubu, survei menunjukkan 77 persen pendukung Prabowo-Sandiaga khawatir polarisasi akan berlanjut.
Sedangkan dari pendukung Jokowi-Ma'ruf, lanjut dia, terdapat 72 persen pendukung yang khawatir polarisasi akan berlanjut.
"Tapi kalau dibilang ya masih cukup tinggi ya, artinya 7 sampai 8 dari responden kita itu sudah sangat khawatir sebenarnya. Dan secara psikologis ini memang yang kita rasakan juga," kata dia.
Gianie menjelaskan terdapat 1.000 responden dalam survei tersebut.
Mereka, kata dia, dipilih secara acak dari responden panel yang dimiliki Litbang Kompas.
"Jadi kami memiliki semacam database panel dari 34 provinsi. Dipilih secara acak sesuai proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi. Dengan jumlah responden tersebut, sampling error atau nirpencuplikannya sekitar 3 persen atau 3,09 persen," kata dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei Litbang Kompas Tunjukkan 70 % Responden Khawatir Polarisasi Terjadi Pada Pilpres 2024