Pilpres 2024

56,7 Persen Pendukung Prabowo-Sandi Nyatakan Keterbelahan (Polarisasi) Memburuk

Sebanyak 56,7 persen pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebutkan keterbelahan (polarisasi) masyarakat makin buruk.

Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebanyak 56,7 persen pendukung Praboro-Sandi menyebutkan keterbelahan (polarisasi) masyarakat makin buruk. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Sebanyak 56,7 persen pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebutkan keterbelahan (polarisasi) masyarakat makin buruk.

Keterbelahan masyarakat makin mengkhawatirkan pasca Pilpres 2019. Terlebih menjelang Pilpres 2024, polarisasi kembali mengemuka di masyarakat. Ada 56,7 persen pendukung Prabowo-Sandiaga setuju polarisasi memburuk.

Peneliti Litbang Kompas Gianie mengungkapkan hasil survei Litbang Kompas pada akhir Mei 2022 lalu menunjukkan mayoritas responden (pendukung Prabowo-Sandiag) mengkhawatirkan polarisasi terjadi pada Pemilihan Presiden 2024.

Gianie sebelumnya menjelaskan survei tersebut beranjak dari pertanyaan mendasar bagaimana membangun kembali keakraban antar anak bangsa mengingat perpecahan atau polarisasi setelah Piplres 2019 masih berlanjut.

Dari pertanyaan tersebut, peneliti kemudian menurunkan ke beberapa pertanyaan untuk mengetahui bagaimana publik melihat kondisi masyarakat yang terbelah saat ini, seberapa mengkhawatirkan, lalu faktor apa yang membuat kondisi keterbelahan itu semakin meruncing atau memanas.

Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui apa dampak polarisasintersebut bagi demokrasi ini dan solusi apa yang bisa diberikan untuk mengurangi polarisasi atau keterbelahan tersebut.

Pertanyaan yang diajukan dalam survei di antaranya adalah menurut Anda saat ini semakin baik atau semakin burukkah hubungan antar dua kubu yang berseberangan politik sejak Pilpres 2019 lalu?

Hasilnya, kata dia, secara umum sebenarnya secara umum porsi yang lebih besar yakni 45 persen responden menyatakan hubungan antar dua kubu sudah semakin baik.

Namun demikian, lanjut dia, masih ada yang mengatakan bahwa hubungan itu semakin buruk yakni 40,3 persen.

Tim peneliti kemudian memilah berdasarkan dua pendukung calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019 lalu yakni Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan survei, kata dia, dari kalangan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, responden yang menyatakan semakin baik porsinya lebih besar dibandingkan yang disampaikan oleh kelompok Prabowo-Sandiaga Uno.

Sebanyak 47,9 persen pendukung Jokowi-Ma'ruf, kata dia, menyatakan sudah semakin baik dan hanya 38,5 persen yang menyatakan semakin buruk.

Sementara itu, lanjut dia, 56,7 persen pendukung Prabowo-Sandiaga menyatakan hubungan masyarakat yang terbelah tersebut semakin buruk.

Pertanyaan lain yang diajukan dalam survei, lanjut dia, seberapa khawatir bahwa kondisi keterbelahan ini akan berlanjut di pemilu berikutnya?

Hal tersebut disampaikannya dalam Gelora Talks bertajuk Polarisasi Politik Pemilu 2024: Akankah Kembali Berulang? yang disiarkan di kanal Youtube Gelora TV pada Rabu (29/6/2022).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved