Selasa, 10 Maret 2026

Nasdem Tetap dalam Koalisi Jokowi-Maruf meski Kerja Sama dengan PKS-Demokrat

Jika Nasdem berkoalisi dengan PKS-Demokrat tentu untuk kepentingan Pilpres 2024, sedang koalisi di pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin tetap jalan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Nasdem Tetap dalam Koalisi Jokowi-Maruf meski Kerja Sama dengan PKS-Demokrat
Kolase TribunGorontalo.com
Surya Paloh-AHY-Ahmad Syaikhu. Jika Nasdem berkoalisi dengan PKS-Demokrat tentu untuk kepentingan Pilpres 2024, sedang koalisi di pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin tetap jalan. 

"Kami menghormati posisi PKS yang berada di luar pemerintahan, tetapi untuk bekerja sama dengan PKS, ditinjau dari aspek ideologi, aspek historis, ada hal yang memang berbeda," tutur politisi PDI-P itu.

Dinilai diskriminatif Pernyataan Hasto ini tak direspons baik oleh Demokrat. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief mengaku tak menyangka mendengar pernyataan Hasto.

Menurut dia, seharusnya PDI-P tak membeda-bedakan sikapnya dengan parpol lain. “PDI-P tak mau berkoalisi dengan Demokrat dan PKS tentu bertabrakan dengan apa yang kita bayangkan,” ungkap Andi dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

“Terus terang kita sedang membayangkan PDI-P sepenuhnya mempraktikan toleransi, tidak diskriminatif dan gotong royong dalam membangun negeri yang demikian besar,” tutur dia.

Andi mengeklaim partainya tak akan menunjukkan sikap seperti PDI-P. Demokrat, kata dia, akan terus membuka kemungkinan kerja sama dengan partai berlambang banteng itu.

“Jika suatu saat PDI-P jatuh terkilir, tentu kita akan tetap mengajak bergabung bersama membangun di lapangan yang luas bernama Indonesia. Bisa dicatat janji kami ini,” sebut dia.

Dianggap berlebihan Respons serupa juga disampaikan oleh PKS. Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menilai bahwa pernyataan Hasto berlebihan.

"Tentunya kami sebagai sesama anak bangsa mengingatkan ada pepatah Jawa yang mengatakan, 'ngono yo ngono, tapi ojo ngono'. Janganlah terlalu berlebihan dalam bersikap," kata Kholid dalam keterangan videonya, Kamis (23/6/2022).

Kholid mengajak PDI-P untuk menunjukkan politik kebangsaan yang damai, sejuk, dan kolaboratif. "Orang Jawa selalu mengatakan, 'adigang, adigung, adiguno'. Ketika kita memiliki kekuasaan, gunakanlah kekuasan itu dengan bijaksana," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Berkoalisi dengan Demokrat-PKS, Nasdem Diyakini Tak Akan Keluar Kabinet"

 

 

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved