Pengeroyokan Siswa Gorontalo
Ini Alasan Kepsek SMAN Telaga Biru Ikut Dipolisikan dalam Kasus Pengeroyokan
Kepsek SMAN Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo ikut dipolisikan dalam kasus pengeroyokan salah satu siswanya.
Dari balik telepon genggamnya, Nasir menceritakan kronologi kejadian pengeroyokan yang terjadi pada 7 Juni 2022 itu.
Awalnya, sebelum hari pengeroyokan, korban memang sudah kerap dibuli oleh teman sekelasnya.
Ia dituding mencontek saat pelajaran sekolah. Korban yang mendapat perlakuan bullying itu, tak pernah merespon. Ia diam saja.
Puncaknya baru pada Selasa 7 Juni itu. Ia tiba-tiba dipaksa oleh salah satu pelaku, untuk main panco.
Karena tidak tertarik dengan ajakan itu, korban pun menolak. Namun oleh pelaku terus dipaksa, hingga penolakan itu berbuah penolakan keras dari korban.
“Selalu dipaksa untuk main panco, namun korban ini menolak. Mungkin karena terus-terusan dipaksa dan dibuli, ia pun berdiri dan mendorong pelaku ini,” cerita Nasir.
Itulah awal dari pengeroyokan. Karena para pelaku, tidak senang ajakannya ditolak, apalagi dengan reaksi keras dari korban.
Pengeroyokan sempat terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial facebook.
Belakangan video pengeroyokan itu lantas dihapus oleh pemiliknya.
Namun, dari video berdurasi belasan menit itu, TribunGorontalo.com melihat jika dari tiga pelaku, satu di antaranya paling dominan memukul korban.
Tendangan dan pukulan ke wajah melayang. Korban pun menangkis pukulan-pukulan itu dengan tenaga seadanya.
Tiga orang terlihat mengeroyok siswa kelas 1 usia 18 tahun tersebut.
“Selasa ia dikeroyok, Rabu minggu depannya, ia terlihat mengalami trauma. Mentalnya terganggu,” tegas Nasir.
Misalnya korban pernah hampir menyerang saudaranya dengan gunting. Padahal, korban bukanlah orang yang seperti itu.
Lalu cerita Nasir, korban pernah suatu pagi, tiba-tiba langsung menangis dan meratap di kuburan di belakang rumahnya.
“Ini gejala-gejala trauma yang dialami korban,” kata Nasir menutup pernyataanya.
Saat berita ini dimuat, TribunGorontalo.com tengah mengonfirmasi terkait penganiayaan ke pihak sekolah SMAN 1 Telaga Biru.(*)