Tak Ada Pasokan dari Sulteng Jadi Penyebab Mahalnya Barito di Pohuwato

Kenaikan harga itu pun menjadi perhatian pihaknya. Ibrahim mengaku sudah turun ke pasar-pasar melakukan pengecekan harga tersebut. 

Penulis: redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Sejumlah komoditas di Gorontalo terpantau mahal. Bawang, rica, dan tomat (barito) terpantu di harga variatif, namun tergolong mahal. Rica atau cabai misalnya, kini harganya tembus Rp 120 ribu. 

Laporan Ronald Rampi, Wartawan TribunGorontalo.com dari Kabupaten Pohuwato

TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa - Kepala Disperindag Pohuwato, Ibrahim Kiraman menjelaskan rendahnya jumlah pasokan bawang, rica, tomat (barito) ke Pohuwato jadi harga komoditas ini melonjak. 

"Jadi ini bukan karena ulah oknum yang menimbun dan lain sebagainya. Ini murni akibat dari sedikitnya pasokan komoditi dari luar daerah, dan permintaan di pasar sangat tinggi," ungkap Ibrahim Kiraman kepada TribunGorontalo.com, Jumat (17/6/2022). 

Kenaikan harga itu pun menjadi perhatian pihaknya. Ibrahim mengaku sudah turun ke pasar-pasar melakukan pengecekan harga tersebut. 

Pihaknya kata Ibrahim akan melakukan pemantauan terkait pergerakan harga kebutuhan.

Dia menargetkan, pemantauan akan terus dilakukan sampai Minggu (19/6/2022) besok.

Sebab, Pasar Minggu merupakan pasar besar tradisional terbesar di wilayah berjuluk serambi madinah tersebut. 

Pengawasan pergerakan harga akan dilakukan. Pihaknya akan melihat apakah di pasar besar pun, akan terjadi lonjakan harga yang sama. 

“Sebab, biasanya kalau pasar besar, pasokan komoditi akan banyak. Bisa jadi harganya turun," ungkap Ibrahim.

Namun, jika sampai pekan depan harga kebutuhan bahan pokok masih terus berada di angka yang tinggi, maka pihaknya bakal melakukan koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait. Seperti Dinas Pangan maupun Dinas Pertanian dan Perkebunan.

"Kalau harganya sampai pekan depan tidak mengalami penurunan, maka kita akan berkoordinasi dengan dinas teknis lainnya untuk melakukan operasi pasar. Kita akan menghubungi penyuplai untuk ikut mendukung program ini," ujar Ibrahim.

Untuk itu, dia pun menghimbau agar masyarakat tidak panik ataupun khawatir dengan kondisi yang terjadi.

"Saya harap masyarakat bisa tetap tenang. Dan diharap juga bisa berbelanja sesuai kebutuhan. Jangan berfikir karena harga mahal dan stok terbatas, maka akan memborong semua kebutuhan. Sikap seperti itu bisa memicu harga makin naik. Belanjalah sesuai kebutuhan," ujarnya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved