Program EkoPesantren untuk Integrasikan Ajaran Islam dengan Lingkungan

Tujuannya untuk mengintegrasikan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan (science) terkait alam dan lingkungan dalam sistem pendidikan dan kegiatan di pondo

Editor: Wawan Akuba

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (Unas), Jakarta meluncurkan Program Ekopesantren.

Tujuannya untuk mengintegrasikan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan (science) terkait alam dan lingkungan dalam sistem pendidikan dan kegiatan di pondok pesantren.

Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI.

Salah satu kegiatan program ini adalah melakukan tracking untuk Ekopesantren percontohan yang dilaksanakan di 50 pesantren di wilayah Sumatera dan Jawa.

Program Ekopesantren dikembangkan dengan tujuan khusus untuk meningkatkan kesadaran generasi muda muslim dalam mewujudkan Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi dunia Islam pada saat ini yaitu perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia namun saat ini tengah mengalami ancaman kerusakan lingkungan dan rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center, menyebutkan 85 persen dari populasi masyarakat dunia terafiliasi pada tradisi agama, budaya dan adat namun keterlibatan komunitas agama belum menampakkan peran yang begitu pentingnya dalam menjawab tantangan ini.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur,  dalam sambutannya menyampaikan, sebagai lembaga pendidikan tertua dengan jumlah mencapai 37.000 yang tersebar di seluruh Indonesia, pondok pesantren mempunyai peran yang sangat strategis untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku di masyarakat, terutama untuk menjaga kelangsungan hidup di muka bumi.

“Penandatangan kerja sama program Ekopesantren pada hari ini antara Kementerian Agama dan Universitas Nasional merupakan bentuk nyata dari upaya para pihak dalam mewujudkan cita-cita tersebut,khususnya untuk menjawab hal-hal sederhana seperti pola hidup yang bersih dan higienis, serta program aksi yang selaras dengan alam.,” jelas Waryono.

Ketua PPI Unas, Fachruddin Mangunjaya menjelaskan, program Ekopesantren dikembangkan untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW, bahwa dimanapun mereka berada, umat Islam akan menjadi rahmat bagi alam dan lingkungannya.

Pada tahun Agustus 2015 telah dikeluarkan Deklarasi Islam untuk Perubahan Iklim Global (Islamic Declaration on Global Climate Change) di Istanbul, Turki, dimana salah satu mandat dari deklarasi tersebut adalah menyerukan kepada semua muslim dimana berada untuk bekerjasama dalam upaya penanggulangan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan kehilangan keanekaragaman hayati.

“Selama ini telah banyak pondok pesantren yang menunjukkan prestasi dalam menjaga lingkungan hidup dan patut diapresiasi tetapi ada pula yang mempunyai keinginan untuk memulai dan belajar. Program ekopesantren dikembangkan untuk menjembatani hal itu. Ekopesantren akan menjadi program unggulan dalam mendorong peran dunia pendidikan Islam ke depan bukan hanya di Indonesia tetapi ke seluruh dunia Islam (Muslim World).” ujar Fachruddin.

Wakil Rektor Universitas Nasional Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Suyono Effendi, SE, MBA menyambut baik kerjasama ini yang merupakan tanggung jawab perguruan tinggi sebagai sebagai pusat pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dia menghargai peran Pusat Pengajian Islam (PPI-UNAS) untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan program Ekopesantren melalui dukungan dari hibah John Templeton Foundation.

Ekopesantren akan dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan dan webtracking yang menjadi alat untuk mengukur kapasitas pesantren dalam membangun sumber daya pesantren yang hijau, mandiri, dan ramah dengan lingkungan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved