Luput dari Pengawasan, Bocah Dua Tahun Diduga Jatuh dan Tewas di Sungai Paguyaman
Afwan diduga jatuh dan tenggelam di Sungai Paguyaman. Jenazahnya ditemukan satu jam setelah kejadian...
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/14062022_Sungai-Paguyaman_03.jpg)
Laporan Kontributor Boalemo, Ronal Rampi
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sempat hilang beberapa jam, Muhammad Afdan Umani ditemukan tewas di Sungai Paguyaman pada Minggu(12/6/2022)sore sekitar pukul 15.30 WITA.
Bocah dua tahun itu ditemukan di Sungai Paguyaman oleh ayahnya yang dibantu sejumlah warga.
Ia diduga jatuh dan tenggelam di sungai yang menjadi batas antara Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo tersebut.
Lokasi penemuan jasad balita berparas gagah itu, berada di Dusun Mootinelo, Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo.
Saat diwawancarai TribunGorontalo pada Selasa(14/6/2022) sore, Wiwin Minarti S Umani (32) menuturkan, sesaat sebelum kejadian ia masih melihat Afdan.
Kata dia, ponakannya tersebut saat itu sedang duduk di samping pagar yang menjadi pembatas antara rumah dan kebun.
"Siang itu, ponakan saya (almarhum Afdan) sedang duduk di pagar. Waktu itu saya sedang memangkas jagung, dia duduk di tempat itu," ungkap Wiwin sembari menunjukan lokasi tempat duduk si balita.
"Waktu itu juga, Afdan memanggil-manggil saya, 'Ma, sini. Ma, sini'," tambah Wiwin menceritakan kronologis kejadian.
Beberapa saat kemudian, Wiwin mengaku tak lagi melihat Afdan duduk di pagar.
Ia mengira, Afdan telah masuk ke dalam rumah menyusul sang nenek yang sebelumnya juga ada bersama-sama dengan Afdan di lokasi itu.
Tak lama berselang, Wiwin mendapat kabar bahwa Afdan tidak ada di dalam rumah. Kepanikan menyelimutinya.
"Saya pikir Afdan mengikuti Mama saya (nenek Afdan) yang masuk ke dalam rumah untuk mandi," ungkapnya.
Beberapa saat berlalu, balita dengan ciri-ciri kulit putih dan mata bulat itu tak kunjung ditemukan.
Warga sekitar dan pihak keluarga terus berupaya untuk mencari keberadaan Afdan.