Calon Presiden 2024
Empat Pasangan Capres-Cawapres Berpotensi Tarung di Pilpres 2024
Empat pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) beroptensi tarung di Pilpres 2024.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Empat pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) beroptensi tarung di Pilpres 2024.
Keempat capres-cawapres itu dibentuk empat poros. PDIP bisa mengusung sendiri. Poros Golkar, PPP dan PAN. Poros Partai Gerindra dan Partai Nasdem. Terakhir PKB, Partai Demokrat dan PKS.
Figur empat pasangan capres-cawapres seperti Puan Maharani dari PDIP, Airlangga Hartarto dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Prabowo Subianto dari Gerindra-Nasdem dan Muhaimin Iskandar dari PKB, Demokrat dan PKS.
Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengeluarkan temuan terbarunya jelang pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Meski Pemilu baru akan tersaji sekitar 20 bulan mendatang, namun LSI Denny JA mencatat sudah ada beberapa nama figur yang digadang akan maju sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres).
Selain empat pasangan capres-cawapres, ada juga skenario tiga paslon. Setidaknya menurut Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa memperkecil menjadi tiga paslon capres-cawapres yang akan bertarung.
Ketiganya juga kata dia, akan berasal dari tiga poros parpol berbeda.
Hal ini kata dia, didasari dengan terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas oleh Partai Golkar, PAN dan PPP.
"Terbentuknya KIB yang diprakarsai oleh tiga partai Golkar, PAN dan PPP sehingga kemungkinan pilpres 2024 terdiri dari 3 pasang capres-cawapres yang berpusat pada tiga poros," kata Ardian saat menyampaikan hasil surveinya secara daring, Selasa (14/6/2022).
Poros pertama yang akan melahirkan bakal Capres-Cawapres menurut Ardian yakni Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP).
Perolehan kursi terbanyak di parlemen saat ini dengan mendapatkan suara 22,26 persen menjadikan PDIP digadang akan mengusung Capres-Cawapres sendiri, karena telah melampaui ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen.
"Kalau kita lihat di sini bahwa poros pertama itu ada di poros PDIP karena sudah ada di 22,26 persen," ucap Ardian.
Selanjutnya, untuk poros kedua akan muncul dari koalisi besutan Golkar, PAN dan PPP yakni KIB.
Ardian beranggapan, dari penggabungan tiga partai di parlemen tersebut menjadikan KIB bisa mengajukan bakal Capres-Cawapres.
Adapun rinciannya yakni Golkar mendapat 85 kursi di parlemen atau setara dengan 14,78 persen, kemudian PAN 44 kursi dengan 7,65 persen kemudian PPP 19 kursi atau 3,3 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Capres.jpg)