Penemuan Mayat di Desa Kramat-Gorontalo, Kapolsek Mananggu Pastikan Tidak Ada Tanda-tanda Kekerasan

Kapolsek Mananggu Ipda Maksen Buluati memberikan keterangannya terkait dengan penemuan sesosok mayat pria yang diketahui.

Penulis: redaksi | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/Ronald Rampi
Kapolsek Mananggu, Ipda Maksen Buluati 

Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com dari Boalemo

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Kapolsek Mananggu Ipda Maksen Buluati memberikan keterangannya terkait dengan penemuan sesosok mayat pria yang diketahui adalah Syaiful Mooduto di bantaran sungai Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo.

Kepada TribunGorontalo.com, Ipda Maksen mengungkapkan, sesuai dengan hasil visum luar yang telah dilakukan oleh tim dokter Puskesmas Mananggu sesaat setelah ditemukannya jenazah, didapati beberapa luka pada bagian tubuh korban.

"Jadi memang sesuai hasil visum luar, terdapat temuan seperti bibir pecah, bagian tangan dan dada mengalami lecet," beber Maksen.

Diungkapkannya, pihak keluarga telah menyampaikan surat pernyataan terkait dengan penolakan untuk dilakukan autopsi.

Dimana, pihak keluarga merasa tidak keberatan ataupun menduga adanya motif lain terkait kejadian tersebut. "Jadi setelah mendapatkan informasi, kami segera turun ke TKP.

Sampai disana, kami menemukan mayat dan langsung diangkat dari air. Awalnya mau dibawa ke Puskesmas untuk otopsi, namun karena keluarga menolak dan memberikan surat penyataan maka itu kami pun mengupayakan untuk memenuhi permintaan keluarga tersebut," ucapnya. 

Perwira yang pernah menjabat sebagai anggota Satlantas Polres Boalemo itu menyatakan, kejadian meninggalnya Syaiful Mooduto tersebut adalah murni akibat terpeleset saat akan melintasi pintu air bendungan sungai Desa Kramat itu.

"Jadi tidak ada motif kekerasan atau tindak kriminal lainnya. Ini murni akibat terpeleset," tandasnya. 

Sebelumnya, penemuan sesosok mayat pria menghebohkan warga masyarakat Kecamatan Mananggu.

Syaiful Mooduto (50), warga Desa Kramat ditemukan tewas tertelungkup dalam air tepat di bendungan kecil yang ada di bantaran sungai perbatasan Desa Kramat dan Ponto.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh sang adik, Fatma Mooduto (48). (*)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved