Rabu, 4 Maret 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Oposisi Putin Kumpulkan Daftar Ribuan Penghasut Perang Ukraina

okoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, terus memberikan dukungannya terhadap Ukraina. Dia getol mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Oposisi Putin Kumpulkan Daftar Ribuan Penghasut Perang Ukraina
tribunnews
Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny 

Putin Pecat Ratusan Pasukan yang Tak Mau Perang di Ukraina

Sebelumnya diberitakan, ratusan tentara Garda Nasional Rusia resmi dipecat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin karena menolak perintah untuk berperang di Ukraina.

Tentara Garda Nasional bernama Rosgvardia itu diketahui sebagai pasukan pengawal pribadi dari Putin.

Tetapi, sebagian besar anggota garda nasional tersebut kini dipecat.

Pengadilan militer di republik selatan Rusia Kabardino-Balkaria membenarkan pemecatan kepada 115 tentara pada Rabu (25/5/2022) lalu.

Pemecatan tersebut resmi dilakukan mereka mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Keputusan pengadilan menyatakan pasukan "secara sewenang-wenang" membuat keputusan mereka dengan "menolak untuk melakukan tugas resmi", dikutip dari Newsweek, Minggu (29/5/2022).

Sebagian pasukan domestik yang terpisah dari militer Rusia, dilaporkan memilih untuk kembali ke pangkalan mereka di Rusia.

Meskipun Rusia tampaknya sebagian besar mendukung tindakan Putin di Ukraina, tetapi muncul tanda-tanda ketidakpuasan dan oposisi sejak awal invasi skala penuh pada Februari.

Pada hari-hari awal perang, ribuan pengunjuk rasa anti-perang ditangkap oleh otoritas Rusia di seluruh negeri.

Beberapa anggota parlemen dan anggota elit Rusia juga secara terbuka menentang serangan terhadap Ukraina.

Kemudian, awal pekan ini, media Rusia melaporkan selama pertemuan Majelis Legislatif Primorsky Krai Rusia di ujung timur negara itu, seorang anggota faksi Partai Komunis, Leonid Vasyukevich, meminta Putin untuk menghentikan perang selama berbulan-bulan dan untuk menarik pasukannya dari negara Eropa Timur.

"Kami memahami bahwa jika negara kami tidak menghentikan operasi militer, akan ada lebih banyak anak yatim di negara kami," kata Vasyukevich.

"Selama operasi militer, orang-orang muda yang dapat membawa manfaat besar bagi negara kita mati dan menjadi cacat. Kami menuntut penarikan segera pasukan Federasi Rusia," tambahnya.

Menanggapi hal itu, gubernur setempat, Oleg Kozhemyako menuduh Vasyukevich telah memfitnah tentara Rusia dan para pembela yang berperang melawan Nazisme.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved