Konflik Rusia vs Ukraina
'Curhat' Menteri Keuangan Rusia: Butuh Dana Besar Biayai Perang Ukraina
Perang di Ukraina membutuhkan sumber daya keuangan yang sangat besar. Begitulah yang dirasakan Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/280522-Anton-Siluanov.jpg)
Sanksi dan tindakan militer pun telah mengganggu pasokan pupuk, gandum, dan komoditas lainnya baik dari Rusia maupun Ukraina. Kedua negara tercatat memproduksi 30 persen dari pasokan gandum dunia.
"Putin menekankan bahwa Federasi Rusia siap memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengatasi krisis pangan melalui ekspor biji-bijian dan pupuk, dengan tunduk pada pencabutan pembatasan bermotif politik oleh Barat," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan setelah panggilan tersebut.
Kremlin menambahkan bahwa Putin juga berbicara tentang langkah-langkah yang diambil untuk memastikan keselamatan navigasi, termasuk pembukaan harian koridor kemanusiaan untuk keluarnya kapal sipil dari pelabuhan Azov dan Laut Hitam, yang dihalangi oleh pihak Ukraina.
Putin juga menggambarkan tuduhan "tidak berdasar" bahwa Rusia harus disalahkan atas masalah pasokan makanan di pasar global. Sementara, Amerika Serikat (AS) mencemooh tawaran Putin.
"Sekarang mereka menggunakan alat ekonomi, sebagai senjata. Mereka mempersenjatai makanan. Mereka mempersenjatai bantuan ekonomi. Saya kira kita tidak perlu terkejut dengan itu, karena mereka telah mempersenjatai segalanya, termasuk kebohongan dan informasi," kata Juru bicara Pentagon John Kirby.
"Pemerintah sedang berdiskusi dengan mitra internasional dan sekutu kami tentang cara terbaik untuk mengatasi ini," ungkap dia.
Draghi mengatakan pada konferensi pers bahwa, tujuan dari panggilan telepon ini adalah untuk menanyakan apakah sesuatu dapat dilakukan untuk membuka blokir gandum yang sekarang ada di depot di Ukraina.
Dia menyarankan kolaborasi antara Rusia dan Ukraina untuk membuka blokir pelabuhan Laut Hitam untuk pengiriman gandum yang berisiko membusuk.
Draghi berharap kedua pihak dapat memastikan bahwa tidak ada bentrokan selama pengiriman gandum. Dia mengatakan ada kesiapan untuk melanjutkan upaya ke arah tersebut di pihak Rusia.
Draghi pun menyampaikan rencana akan menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melihat apakah ada kesiapan serupa.
"Tetapi, ketika ditanya apakah saya telah melihat secercah harapan untuk perdamaian, jawabannya tidak," kata PM Italia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Butuh Dana yang Sangat Besar untuk Operasi Militer di ukraina"