Kenangan Anies Baswedan dan Saleh Husin terhadap Sosok Fahmi Idris
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri acara pemakaman politikus senior Partai Golongan Karya (Golkar), Fahmi Idris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230522-Anies-Baswedan.jpg)
Atas pernikahannya dengan Kartini, putri seorang ulama terkenal asal Banjar Hasan Basri, Fahmi memiliki dua orang putri.
Keduanya yakni Fahira Fahmi Idris dan Fahrina Fahmi Idris yang juga mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang pengusaha.
Saat ini, Fahira menjabat sebagai Ketua Himpunan Saudagar Muda Minangkabau sekaligus legislator DPD RI periode 2014-2019.
Sementara Rina terpilih sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia.
Sepeninggal istrinya, pada 2015, Fahmi Idris menikahi Founder & Managing Partner dari Konsultan Hukum Indonesia Consultant at Law (ICLaw) yang juga seorang perupa, Yeni Fatmawati.
Mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1969 ini dulu dikenal sebagai aktivis yang ulet dan cekatan.
Ia dipercaya menjabat beberapa posisi di kalangan organisasi mahasiswa.
Fahmi kembali berkuliah di Hukum Bisnis dan berhasil meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran pada 2010.
Pada 2012, ia meraih gelar Doktor bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari Universitas Negeri Jakarta dan meraih gelar Doktor Filsafat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia tahun 2021.
Pada 2022, ia diberikan gelar Profesor kehormatan oleh Universitas Negeri Padang. Mulanya, pada tahun 1984, Fahmi bergabung dengan Partai Golkar.
Empat tahun berlalu 1998 hingga 2004, ia menjabat sebagai Ketua DPP Golkar di Jakarta.
Pada 2004, ia sempat dipecat dari keanggotaan Golkar, karena dikabarkan menentang hasil rapat pimpinan partai yang mendukung Megawati-Hasyim Muzadi sebagai capres.
Pada saat itu, Fahmi mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.
Fahmi kembali ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja, hingga kemudian diminta menjadi Menteri Perindustrian.
Namanya dibersihkan, dan ketua umum Jusuf Kalla menariknya kembali masuk partai.