Konflik Rusia vs Ukraina

Cerita Tentara Rusia yang Tidak Ingin Perang: Memilih Mundur dari Militer

Seorang tentara Rusia mengaku terpaksa mengikuti perintah untuk perang di Ukraina.

Editor: lodie tombeg
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Seorang wanita menggendong seorang anak di sebelah tentara Rusia di jalan Mariupol pada 12 April 2022, ketika pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus yang menantang untuk perang terhadap tetangga Rusia. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Seorang tentara Rusia mengaku terpaksa mengikuti perintah untuk perang di Ukraina.

Diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan invasi yang disebutnya operasi khusus di Ukraina sejak Februari 2022, lalu.

Selama beberapa minggu, tentara itu harus tidur dengan peti granat dan menyembunyikan wajahnya dari Ukraina di tengah rasa bersalah yang tumbuh.

Menurut perwira junior Rusia itu, konflik di Ukraina bukan dasar untuk dia berperang.

"Kami kotor dan lelah. Orang-orang di sekitar kami sekarat. Saya tidak ingin menjadi bagian semua ini, tetapi saya adalah bagian darinya," kata petugas, sebagaimana dilansir CNN.

Dia mengatakan dia pergi untuk mencari komandannya dan mengundurkan diri di tempat.

Nama petugas atau detail pribadi tidak disebutkan demi keamanannya.

Kisahnya luar biasa, tetapi bisa juga dia satu dari banyak tentara yang merasakan hal yang sama.

Menurut penentang perang di Rusia dan juga di Ukraina yang mengatakan bahwa mereka telah mendengar banyak kasus tentara, baik profesional maupun wajib militer yang menolak untuk berperang.

Pasukan Rusia telah berjuang dengan tak ada semangat dan kerugian besar di Ukraina, menurut penilaian oleh pejabat Barat termasuk Pentagon.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved