Parah! Banjir Memporak-porandakan Kawasan Wisata Religi Desa Bongo
Sepanjang ingatan dia, belum pernah ada banjir sebelumnya yang merusak fasilitas umum serta merendam tiga puluh rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/tanggul-jebol-di-kawasan-wisata-religi-Bongo.jpg)
Laporan Sri Aprilia Mayang, wartawan TribunGorontalo.com dari Kabupaten Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Tanggul di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo tidak mampu menahan derasnya arus banjir. Akibatnya, tanggul tersebut roboh dan banjir menerjang sejumlah fasilitas publik di kawasan itu.
Gedung SMA 1 Batudaa Pantai dan fasilitas wisata Pantai Dulanga misalnya. Warga setempat, Andi Ma'ruf kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan, itu banjir terparah setahu dia.
Sepanjang ingatan dia, belum pernah ada banjir sebelumnya yang merusak fasilitas umum serta merendam tiga puluh rumah warga.
"Di sini pernah beberapa kali banjir, tapi tidak separah ini, genangan air hingga ke rumah warga kurang lebih tiga puluh rumah, bahkan ke rumah yang pondasinya tinggi. Apalagi sampai tanggulnya jebol,” ungap dia.
Menurut dia, resapan air di wilayah itu memang terbilang rendah. Karena itu, air meluncur bebas ke wilayah terendah.
"Bisa jadi luapan air sungai ini disebabkan pohon di atas gunung itu tak dapat lagi menyerap air sungai, karena pohon di sana sudah banyak yang ditebang, karena pengikisan gunung yang dialihkan sebagai jalan potong," terang Andi Ma'ruf.
Hingga berita ini diterbitkan, Andi menambahkan, kondisi kawasan wisata religi saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
"Harapan kami masyarakat Desa Bongo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo maupun Pemerintah Provinsi Gorontalo segera turun langsung meninjau lokasi dan mencarikan solusi," tutup dia. (*)