Rabu, 4 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Turun Tangan Atur Operasional Teknis Serangan ke Ukraina

Entah apa strategi Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia disebut turun langsung mengatur teknis operasional lapangan dalam perang Rusia di Ukraina.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Putin Turun Tangan Atur Operasional Teknis Serangan ke Ukraina
Tribunnews/Serhiy Hayday
Kondisi pasca pengeboman di Bilohorivka, sebuah desa di wilayah Luhansk, Ukraina. 60 orang dikhawatirkan tewas setelah serangan udara yang dilancarkan Rusia, menurut Serhiy Hayday, kepala Administrasi Militer Regional Luhansk. 

TRIBUNGORONTALO.COM, London - Entah apa strategi Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia disebut turun langsung mengatur teknis operasional lapangan dalam perang Rusia di Ukraina.

Sebagaimana diwartakan The Guardian, Senin (16/5/2022), menurut sumber-sumber militer Barat, Putin diyakini turut membuat keputusan operasional dan taktis perang yang harusnya dijalankan seorang kolonel atau brigjen.

Dalam rantai komando militer, kolonel atau brigjen umumnya memegang kendali atas sebuah batalion atau resimen.

Sumber-sumber yang bicara kepada The Guardian menyebut Putin membantu menentukan pergerakan pasukan Rusia di Donbass.

Gerak ofensif Rusia di Donbass yang diluncurkan sejak April lalu mandek belakangan ini.

Putin juga diyakini masih bekerja sama erat dengan Jenderal Valery Gerasimov, komandan angkatan bersenjata Rusia.
Dugaan ini bertentangan dengan klaim Ukraina bahwa Jenderal Gerasimov telah dicabut komandonya.

“Kami kira Putin dan Gerasimov terlibat dalam kebijakan taktis pada level yang normalnya diambil oleh seorang kolonel atau brigjen,” kata seorang sumber militer Barat kepada The Guardian dikutip pada Selasa (17/5/2022.
Sumber itu enggan menjabarkan detail lebih jauh mengenai dugaan keterlibatan Putin dalam operasi lapangan.

Ia sekadar menyampaikan bahwa informasi ini berasal dari tinjauan intelejen.

Moskow sendiri sejauh ini urung mencapai kemenangan signifikan di Donbass.
Bahkan, di sejumlah wilayah pasukan Ukraina sukses meluncurkan serangan balik.

Pekan lalu, pasukan Rusia dicoreng kegagalan memalukan dalam sergapan ke penyeberangan Sungai Siverskyi Donets di dekat daerah Bilohorivka.

Lebih dari 70 kendaraan tempur Rusia dilaporkan hancur dalam sergapan ini.
Perlengkapan militer untuk satu batalion hancur.

Dugaan keterlibatan Putin dalam operasi lapangan Rusia ditanggapi oleh Ben Barry, mantan brigjen angkatan bersenjata Inggris Raya dan ahli perang darat di International Institute of Strategic Studies.
Menurutnya, Putin seharusnya mengurus pekerjaan lebih penting daripada ikut campur dalam operasi lapangan.

“Seorang kepala pemerintahan harusnya punya pekerjaan lebih penting dibanding membuat keputusan militer. Mereka harusnya mengatur strategi politik dibanding terlibat dalam urusan sehari-hari,” kata Barry.

Rusia Luncurkan Rudal Jauh dari Garis Depan dan Dekat Perbatasan

Ukraina pada Selasa (17/5/2022) mengklaim serangan rudal Rusia di wilayah jauh dari garis depan mengakibatkan banyak korban.

Kendati demikian, pergerakan pasukan Rusia di lapangan berhasil digagalkan.

Menurut laporan CNN, di wilayah Chernihiv utara Kyiv, Vyacheslav Chaus, kepala administrasi militer, mengatakan Rusia "menembakkan rudal ke desa Desna pagi ini. Ada yang tewas dan banyak yang terluka."

Tidak jelas apa yang ditargetkan Rusia, Chaus sendiri tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Wilayah Desna berjarak sekitar 64 kilometer dari perbatasan dengan Belarus.

Belakangan ini, serangan rudal dan artileri Rusia meningkat di beberapa daerah perbatasan.

Di wilayah Sumy di timur laut, Staf Umum militer Ukraina mengatakan pada Selasa bahwa Rusia telah menembakkan artileri melintasi perbatasan.

Kepada administrasi militer wilayah Sumy, Dmytro Zhyvytskyy, mengatakan bahwa kelompok sabotase dan pengintaian Rusia telah mencoba melintasi perbatasan.

"Ada pertempuran yang sangat serius. Mortar, peluncur granat, senjata kecil digunakan," katanya.

Rusia juga melaporkan pertukaran serangan di wilayah tersebut.

Gubernur wilayah Kursk Rusia, Roman Starovoit, mengatakan bahwa pada Selasa pagi ini senjata kaliber besar ditembakkan ke desa perbatasan dan beberapa rumah rusak.

Dia mengatakan tidak ada korban dan penjaga perbatasan Ukraina telah membalas.

Di sepanjang garis depan di Luhansk dan Donetsk, Ukraina melaporkan upaya berkelanjutan oleh pasukan Rusia untuk maju di beberapa daerah tetapi semua klaim ditolak.

Staf Umum mengatakan di daerah yang diperebutkan di sekitar Severodonetsk, Oblast Luhansk, Rusia telah menyerang wilayah Syrotne tetapi "menderita kerugian selama pertempuran dan menarik pasukannya."
Tetapi tembakan artileri dan serangan udara terus berlanjut.

Kepala administrasi militer Luhansk, Serhii Hayday, mengatakan Rusia menyerang dua gedung rumah sakit dan fasilitas produksi di Severodonetsk dan ada juga serangan udara di daerah Popasna.

Secara keseluruhan, kata dia, 10 warga sipil tewas dalam penembakan terbaru.
Hayday mengatakan rumah sakit utama di Severodonetsk kembali terkena serangan.

Sementara itu, serangan udara di desa-desa lebih jauh ke barat telah menghancurkan beberapa rumah.
Video dari daerah tersebut menunjukkan kawah besar di antara rumah-rumah yang rusak berat.

Menurut laporan Al Jazeera, pemboman Rusia yang intens telah menewaskan 10 orang dan melukai tiga orang di seluruh wilayah Luhansk.

Serangan juga merusak sebuah rumah sakit besar di Kota Severodonetsk yang berdiri di sebelah sungai strategis yang coba diseberangi Rusia selama berhari-hari, kata Hayday di Telegram.

Bangunan apartemen, perumahan pribadi, dan toko-toko juga telah rusak atau hancur di 10 kota dan desa di tengah upaya Rusia untuk maju di Luhansk.

Vadym Denysenko, seorang penasihat di Kementerian Dalam Negeri Ukraina, mengatakan kepada televisi Ukraina Selasa bahwa "kerugian musuh sangat banyak."

"Peristiwa utama sekarang ada di sekitar Severodonetsk. Musuh sedang mencoba melakukan pengepungan operasional," katanya.

Dia juga mengatakan serangan rudal semalam di ujung barat Ukraina telah menyerang sebuah distrik dekat Lviv, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Vladimir Putin Disebut Ambilalih Tugas Kolonelnya Atur Operasional Teknis Serangan ke Ukraina

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved