Masalah KDRT Itu Berat, Tapi Mengapa Masih Ada Yang Betah?

Jika suatu hubungan atau rumah tangga sudah menandakan adanya kekerasan, berarti hubungan dan rumah tangga tersebut tidak sehat

TRIBUNGORONTALO.COM - Tak sedikit dari kita membaca ataupun melihat berita tentang kekerasan rumah tangga di media massa maupun online.

Namun tak sedikit pula yang menganggap kekerasan bukan hal tabu lagi, saking seringnya terjadi di lingkungan sekitar.

Terkadang korban dan pelaku kekerasan tidak menyadari apabila tindakan tersebut sudah memasuki ranah kekerasan.

Jika suatu hubungan atau rumah tangga sudah menandakan adanya kekerasan, berarti hubungan dan rumah tangga tersebut tidak sehat atau disebut dengan toxic.

Dalam hubungan suami istri atau rumah tangga, terdapat banyak hal yang akhirnya korban merasa bahwa "jika mengalami hal seperti ini, baik-baik saja atau tidak? atau hanya lebai saja".

Alasan paling klise dan utama yaitu biasanya adalah anak.

Banyak korban yang memiliki pemikiran "jika keluar dari hubungan ini, nanti anak akan bagaimana?" selain itu terdapat beberapa korban yang berpikir "jika saya tidak memiliki suami/istri bagaimana kata orang?"

Pendapat orang atau pendapat lingkungan tentang status pernikahan sangat mempengaruhi.

Prita Pratiwi, S.Psi menyampaikan, status janda tidak mudah dipegang oleh seorang perempuan.

Diketahui selama ini masih banyak masyarakat yang berpikir "karena status janda, maka sangat wajar jika mengalami suatu masalah".

Oleh karena itu, status janda dianggap sebagai status yang negatif, padahal tidak seperti itu.

Terdapat berbagai hal dan alasan yang pada akhirnya seorang perempuan menyandang status tersebut.

Terkadang kekhawatiran-kekhawatiran itulah yang membuat wanita rela bertahan dalam rumah tanga yang tidak sehat demi hubungan yang dianggap lebih baik dibandingan hubungan ketika terjadi suatu perceraian.

Baca juga: Tak Lagi Tampil di TV, Barbie Kumalasari Kini Jadi Pengacara Guru Ngaji Cabul

Gagal dalam berumah tangga dan bercerai, stigma masyarakat yang menganggap bahwa janda ataupun duda adalah seorang yang bermasalah tentu akan mengganggu psikologis seseorang.

Selain itu terdapat beberapa ibu rumah tangga yang memiliki pemikiran "nanti anak saya mau makan apa, sekolahnya bagaimana, bisa mendapat uang atau biaya hidup darimana", ketika sudah lagi tidak memiliki pasangan tidak ada tempat untuk berbagi cerita.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved