Tiga Klasifikasikan Kasus Hepatitis Akut, Ini Penjelasan Badan Kesehatan Dunia
Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi hepatitis akut misterius menjadi tiga kelompok definisi kasus, ditambah satu catatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/050522-hepatitis-32.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi hepatitis akut misterius menjadi tiga kelompok definisi kasus, ditambah satu catatan.
Penyakit ini kini telah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyerang anak-anak tersebut.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama menerangkan ketiga kelompok itu.
Pertama adalah kasus terkonfirmasi (confirmed) secara jelas disebutkan belum ada definisinya.
"Ini terjadi karena memang sampai sekarang dunia belum tahu pasti apa penyebab hepatitis yang sekarang ini, masih perlu penelitian," ujar Tjandra dalam keterangan yang diteriam, Sabtu (7/5/2022).
Penelitian tersebut meliputi lima aspek.
Pertama, apakah mungkin ada perubahan pada adenovirusnya.
Kedua, apakah ada virus-virus lain yang bersama-sama berperan menimbulkan penyakit.
Ketiga, apakah ada faktor lain seperti toksin, pencemaran makanan atau aspek lingkungan.
Keempat, apakah mungkin ada hal tertentu pada pasien yang terkena penyakit ini.
Serta kelima, apakah mungkin adanya peningkatan kerentanan kepekaan anak-anak sesudah relatif rendahnya sirkulasi adenovirus selama pandemi Covid-19.
Kelompok definisi kasus kedua adalah probable, yaitu pasien menunjukkan gejala penyakit hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A sampai E), dengan kadar serum transaminase >500 IU/L (AST atau ALT), berumur dibawah 16 tahun, terjadi sejak Oktober 2021.
"Kelompok definisi kasus ketiga adalah Epi-linked, atau ada hubungan epidemiologik," ujar Pakar kesehatan dari FKUI ini.
Klasifikasi definisi kasus ketiga yang masuk dalam kelompok tersebut ialah seseorang menunjukkan gejala penyakit hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A sampai E), umur berapa saja, yang punya kontak erat/langsung (close contact) dengan kasus probable.
Selain ke tiga klasifikasi itu, WHO juga memberi catatan khusus, jika pasiennya ada gejala dan keluhan sesuai hepatitis tetapi hasil laboratorium serologi untuk mendeteksi virus A sampai E belum ada dan masih ditunggu maka dapat disebut sebagai pending classification.
Diduga Menular Lewat Saluran Cerna dan Pernafasan
Berikut ini cara mencegah Hepatitis Akut pada anak, yang diduga menyebar melalui saluran cerna dan pernafasan.
Diketahui, penyakit hepatitis akut saat ini tengah menjadi perhatian dunia.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI, Hanifah Oswari menyebutkan bahwa dugaan awal hepatitis akut ini disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV, dll.
Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.
Lantas, bagaimana cara mencegah hepatitis akut pada anak?
Untuk mencegah risiko infeksi, Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
"Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat," ujar Hanifah, dikutip dari laman resmi Kemenkes.
Selain itu, untuk mencegah penularan hepatitis akut melalui saluran pernafasan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.
Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan hepatitis akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit.
Hanifah menyebutkan secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.
Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.
Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.
"Bawalah anak-anak kita ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan."
"Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelematkannya sangat kecil," ungkap Hanifah.
Gejala Hepatitis Akut
Berikut gejala Hepatitis Akut yang dikutip dari laman resmi Kemenkes:
1. Mual
2. Muntah
3. Diare berat
4. Demam
5. Kuning
6. Kejang
7. Penurunan kesadaran
Gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengimbau jika anak-anak memiliki gejala tersebut, agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
"Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan," lanjutnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Klasifikasikan Kasus Hepatitis Akut dalam 3 Kategori