Makan di Restoran Beijing Harus Tunjukkan Hasil Tes Negatif Covid-19

China darurat pandemi Covid-19. Restoran di seluruh Beijing memberlakukan aturan ketat bagi pengunjung yang hendak makan di tempat.

Editor: lodie tombeg
kompas.com/AP PHOTO/NICO DE ROUGE
Seorang pekerja dengan alat pelindung mendisinfeksi tumpukan kantong sampah pada Kamis, 21 April 2022, di Shanghai. 

TRIBUNGORONTALO.COM - China darurat pandemi Covid-19. Restoran di seluruh Beijing memberlakukan aturan ketat bagi pengunjung yang hendak makan di tempat.

Pejabat terkait mengatakan penduduk Beijing diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 untuk dapat mengunjungi ruang publik, Sabtu (30/4/2022), dilansir Al Jazeera.

Dihadapkan dengan varian Omicron yang sangat menular, pejabat China telah menggandakan kebijakan Zero-Covid mereka.

Pemerintah juga berupaya menghancurkan kluster virus melalui pengujian massal dan penguncian.

Meskipun biaya ekonomi meningkat, pemerintah mengumumkan akan lebih membatasi akses ke ruang publik.
Tak ada makan di restoran

Dari tanggal 1-4 Mei, restoran-restoran kota akan menghentikan makan di tempat, dan hanya mengizinkan pengiriman, pejabat perdagangan lokal Ding Jianhua mengatakan pada konferensi pers pada Sabtu.

Pihak berwenang juga mengatakan sejauh ini mereka telah menyiapkan 4.000 tempat tidur rumah sakit darurat–biasanya digunakan untuk pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala Covid-19 dan mempercepat penyiapan tempat karantina yang lebih besar.

Untuk kegiatan seperti acara olahraga dan perjalanan kelompok, peserta juga harus menunjukkan tes negatif Covid-19 yang diambil dalam waktu 48 jam, bersama dengan bukti vaksinasi penuh, sesuai dengan aturan baru.

Dikutip dari worldometers.indo, sejak pandemi melanda, China sampai hari ini sudah mencatat 217.452 kasus Covid-19, dengan total kematian mencapai 5.092 jiwa.

Pasien sembuh yang dilaporkan mencapai 192.187 orang.
Per Senin (2/5/2022) kasus aktif di China ada 52 orang.

Situasi Covid-19 di China: Beijing Perketat Pembatasan

Ibu kota China, Beijing, memperketat pembatasan Covid-19 pada hari Minggu (1/5/2022) demi memerangi gelombang baru virus corona.

Di saat yang sama, penduduk kota Shanghai, kota terpadat di negara itu, diizinkan untuk keluar rumah setelah berminggu-minggu berada di bawah lockdown ketat.

Dilansir DW, Beijing telah mencatat sekitar 300 kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal sejak 22 April.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved